Psikolog Sebut Kesehatan Mental Anak Dipengaruhi Kualitas Hubungan dengan Ibu

Psikolog sebut kesehatan mental anak dipengaruhi kualitas hubungannya dengan orang tua terutama Ibu. -Foto dok. Momversity-
JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 mencatat sekitar 34,9% anak Indonesia, atau setara 15,5 juta anak, mengalami masalah kesehatan mental.
Selain itu, 64,7% anak mengalami masalah hubungan dengan keluarga, dan 41,1% kesulitan menjalin hubungan dengan teman sebaya.
"Angka ini mengindikasikan bahwa ketahanan emosional dan keterampilan sosial anak masih rapuh," kata Psikolog Elisabeth Santoso, M.Psi, Sabtu (30/8).
Temuan lainnya yang dimuat dalam jurnal yang terbit Januari 2025 berjudul “Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Kognitif dan Sosial Anak” menyebutkan, penggunaan gadget berlebih dapat menurunkan kemampuan anak dalam berinteraksi sosial dan berempati.
Hasil kajian itu sejalan dengan studi KemenPPPA bersama UNICEF (2023) yang melaporkan, bahwa anak-anak Indonesia rata-rata mengakses internet 4–5 jam per hari, dan lebih dari 60% orang tua mengaku khawatir dampaknya pada perkembangan emosional maupun sosial anak.
Elisabeth menyebutkan, kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan mereka dengan orang tua, terutama ibu.
Seorang anak membutuhkan kasih sayang, komunikasi terbuka, dan bonding yang positif yang dapat menjadi ‘tameng’ baginya, sehingga lebih tangguh menghadapi bullying, tekanan akademis maupun kegagalan.
"Ibu tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga teladan dalam mengelola emosi dan membangun rasa percaya diri anak,” ujarnya.
Berdasar hal itu, MY BABY menghadirkan kembali Momversity 2025 dengan tema #RaisingExtraordinaryGeneration, sebagai ruang edukasi dan inspirasi bagi para ibu di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan itu, pihaknya ingin menguatkan peran ibu sebagai pilar penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak agar menjadi generasi hebat di masa depan.
“Kami percaya bahwa membesarkan generasi hebat tidak hanya soal akademis, tetapi juga membangun kesehatan mental, karakter, dan etika mereka agar siap menghadapi segala tantangan di masa depan," kata Managing Director Brand Creative Content & Communication Cosmetic, Consumer & Health Care Tempo Scan Group, Audrey Gandadjaja.
Kampanye ini bukan sekadar rangkaian acara tahunan, melainkan menjadi komitmen MY BABY, untuk turut serta membekali perjalanan Ibu dalam mengasuh si kecil agar siap menjadi extraordinary generation di masa depan.
"Ibu adalah pendamping terbaik dalam menyiapkan generasi luar biasa di masa depan,” tambah Deputy Managing Director Cosmetic, Consumer & Health Care Tempo Scan Group, Winny Yunitawati.
Salah satu rangkaian yang dapat diikuti para ibu adalah Kompetisi Digital yang berlangsung mulai 15 Juli hingga 14 September 2025, di mana para ibu dapat membagikan kisah inspiratif melalui unggahan foto atau video kreatif di Instagram maupun TikTok bagaimana cara mereka mempersiapkan si Kecil agar tumbuh tangguh dan luar biasa. (jp)