NasDem-PAN Harus Berani PAW Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, Publik Jakarta Sudah tak Percaya Lagi

NasDem-PAN Harus Berani PAW Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, Publik Jakarta Sudah tak Percaya Lagi-foto :jpnn.com-

JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Peneliti senior Citra Institute, Efriza menyatakan PAN dan NasDem harus berani bersikap dan mereformasi internal partainya. 

Hal ini buntut dari pernyataan Bendum NasDem, Ahmad Sahroni, Sekjen dan kader PAN, Eko Patrio serta Uya Kuya yang dinilai jadi pemantik amarah masyarakat. Dia menjelaskan PAN dan NasDem harus berani melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap kadernya yang menjabat di DPR RI dan dinilai bermasalah bisa dilakukan oleh partai politik.   

"NasDem bisa melakukan dengan dasar semangat restorasi. Sahroni sudah mempermalukan partainya dan Surya Paloh sebanyak dua kali seperti meminta OTT KPK diberitahukan. Dengan bahasa terbukanya tentu saja melecehkan NasDem dan Surya Paloh, apalagi dengan terbuka mengatakan demonstran sebagai tolol karena menuntut pembubaran DPR padahal jelas-jelas itu hanya slogan semagat demonstrasi semata," jelas Efriza kepada JPNN.com, Sabtu (30/8).

Dia menjelaskan PAN melalui Zulkifli Hasan harus berani bersikap tegas merecall dengan melakukan PAW terhadap Uya Kuya dan Eko Patrio. "Apalagi mereka dapil dari DKI Jakarta, sedangkan jelas-jelas saat ini yang marah adalah warga Jakarta dalam aksi pertamanya," lanjutnya. 

BACA JUGA:Presiden Prabowo Kunjungi Rumah Almarhum Affan Kurniawan, Pengamat Merespons

Menurut Efriza, PAN punya alasan lebih baik bahwa menarik keanggotaan Uya Kuya dan Eko Patrio di DPR karena aspirasi publik. "Bahwa publik tidak percaya lagi mereka sebagai wakil rakyatnya. Toh, mereka memang dapilnya DKI Jakarta. Zulkifli Hasan harus bersikap meski Eko Patrio itu Sekjen PAN," jelasnya.

Dia mengatakan jika tidak ditanggapi dengan serius, perilaku Eko dan Uya Kuya dapat menyebabkan 2029 PAN benar-benar tersingkir dari Senayan karena jejak digital ini."PAN juga harus menunjukkan sikap dengan memberikan efek jera meski dijuluki Partai Artis Nasional, tetapi jika artis itu tidak bisa bekerja untuk kepentingan rakyat maka pantas direcall dengan dilakukan pergantian antar waktu," pungkas Efriza.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan