RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Pada musim kemarau, tanaman menghadapi tantangan besar terkait kekurangan air dan perubahan suhu.
Beberapa unsur hara penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan tanaman tetap sehat selama musim kemarau adalah nitrogen, fosfor, dan kalium.
Selain unsur hara makro primer, penting juga untuk mempertimbangkan penggunaan bentuk nitrogen yang tepat.
Nitrat (NO3) lebih disarankan dibandingkan amonium (NH4) dan urea (NH2), karena nitrat lebih cepat diserap oleh tanaman dan tidak mengalami volatilisasi yang tinggi pada suhu panas.
Meskipun amonium dapat digunakan jika larut dalam air, pemakaian nitrat atau pupuk organik cair sering kali lebih efektif.
BACA JUGA:Tanda Kekurangan Unsur Hara pada Tanaman: Kalsium, Magnesium, dan Sulfur
Peran Dihidrogen Monoksida (H2O) dalam Pertumbuhan Tanaman
Dihidrogen monoksida (H2O) atau air, merupakan unsur yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman pada musim kemarau.
Air membantu tanaman dalam proses fotosintesis dan memelihara kelembapan tanah. Pada musim kemarau, daun tanaman dapat menguning karena berkurangnya aktivitas klorofil, dan di sinilah peran penting dari air menjadi krusial.
Penggunaan sistem irigasi yang efektif seperti irigasi tetes atau perendaman sebagian bedengan dapat membantu menjaga kelembapan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Metode Penyiraman yang Efektif
Untuk menjaga kesehatan tanaman selama musim kemarau, pilihan metode penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan air.
Metode pengocoran atau perendaman dapat digunakan, tergantung pada jumlah air yang tersedia.
Metode perendaman dapat lebih efektif jika tersedia cukup air, sedangkan metode pengocoran bisa digunakan jika sumber air terbatas.
Penting untuk mengatur interval penyiraman dengan baik agar tanaman tidak mengalami kekurangan air atau kerusakan akibat penyiraman yang berlebihan.