Tragedi Keracunan Massal di Lebong, SPPG MBG Klaim Sudah Sesuai SOP

Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, SH, SIK saat meninjau langsung ke lokasi dapur SPPG di wilayah Lebong Sakti setelah dipasang garis Police Line.-foto :adrian roseple/radarlebong-

Sampel-sampel tersebut kini tengah dalam proses uji laboratorium untuk memastikan kandungan serta kemungkinan adanya zat berbahaya dalam makanan tersebut.

"Saat ini, sampel dari makanan yang diduga beracun telah dilakukan uji laboratorium dan kami masih menunggu hasilnya," jelas Bartin Azib.

Ia berharap, hasil uji laboratorium nantinya dapat menunjukkan bahwa makanan yang disajikan tidak mengandung zat berbahaya, sehingga program MBG dapat tetap dilanjutkan dengan perbaikan sistem distribusi dan pengawasan mutu yang lebih ketat.

"Pastinya, kami dari pihak pengelola SPPG tidak memiliki niat buruk dalam menjalankan program MBG yang merupakan amanah dari Presiden. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan dijalankan dengan lebih baik lagi ke depannya," tutupnya.

Data terhimpun, hingga Kamis (28/8), total pelajar yang menjadi korban diduga keracunan MBG mencapai sebanyak 427 pelajar. Bahkan, beberapa pelajar masih menjalani perawatan di RSUD Lebong dan sebagian pasien sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan