APBN Bengkulu 2025 Tumbuh Pesat, Pertanian dan Infrastruktur Jadi Motor Ekonomi Daerah

Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, SE.-(ist/rl)-

BENGKULU.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO– Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Bengkulu pada Triwulan III tahun 2025 mencatat hasil yang menggembirakan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan, Bengkulu berhasil mencatatkan pertumbuhan belanja negara tertinggi di Sumatera.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, menegaskan bahwa APBN telah menjadi penggerak utama ekonomi daerah, dengan sektor pertanian menjadi penopang terbesar.

"Daya beli petani yang meningkat menunjukkan ekonomi rakyat bergerak positif,” ujar Irfan, dilansir dari KORAN.RB,ID

BACA JUGA:Mantap! Kinerja APBN dari Sektor Kepabeanan & Cukai Tetap Terjaga hingga September 2025

Dari laporan APBNKiTa Triwulan III, realisasi belanja negara di Bengkulu mencapai Rp10,52 triliun atau 71,19 persen dari total pagu.

Angka ini tumbuh 37,93 persen dibandingkan tahun 2024. Fokus belanja diarahkan ke infrastruktur, pendidikan, dan pembangunan desa.

Pertumbuhan ekonomi Bengkulu pun menunjukkan tren positif dengan capaian 4,99 persen, sementara tingkat pengangguran turun ke 3,24 persen.

Sektor pertanian semakin kuat dengan Nilai Tukar Petani (NTP) menembus 208,73, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 124,36, menjadikan Bengkulu sebagai provinsi dengan NTP tertinggi di Sumatera.

Meski pendapatan negara sempat terkoreksi 25,02 persen akibat kebijakan administratif pajak baru, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru melesat mencapai 101,88 persen dari target.

Sementara proyek strategis seperti revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai terus berlanjut sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat ekspor Bengkulu ke pasar global.

Untuk mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), realisasi di Bengkulu telah menjangkau 199.320 anak sekolah dengan alokasi anggaran Rp11,35 miliar atau 41 persen dari target. Selain itu, penyaluran Dana Desa mencapai 82,67 persen, sedangkan Bantuan Operasional Sekolah (BOSP) sudah terserap 99,18 persen.

Namun, dua sektor masih perlu percepatan, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Puskesmas yang masih di bawah 40 persen.

“APBN bukan sekadar angka, tapi mesin pemerataan ekonomi. Bengkulu kini melaju menuju pembangunan berkelanjutan,” tutup Irfan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan