Jawabannya skincare untuk ibu hamil tidak melulu harus organik. Yang terpenting, Bunda perlu memeriksa kandungannya sebelum membeli.
"Jika menggunakan produk konvensional dan tidak masalah maka tak perlu beralih ke produk organik," jelas Diane Madfes, M.D., seorang dermatologis berbasis di New York, Amerika Serikat, seperti dilansir dari Parents.
Kalau Bunda tetap memutuskan beralih ke skincare organik agar merasa lebih aman untuk ibu hamil, tetap periksa kandungannya.
Hindari skincare untuk ibu hamil yang mengandung retinol, vitamin A, atau asam salisilat.
Kemungkinan ada risiko berbahaya untuk bayi dalam kandungan.
4. Hindari Krim Selulit
Aturan skincare untuk ibu hamil lainnya dengan tidak memakai krim selulit. Padahal banyak wanita yang tetap memakainya karena khawatir muncul stretchmark atau selulit pada beberapa bagian tubuh akibat perubahan kulit yang melebar.
"Umumnya, saya tidak merekomendasikan krim pengencangan dan selulit selama kehamilan.
Mereka mengandung tiga bahan yang sebaiknya dihindari ibu hamil, seperti retinol, DMAE, dan kafein," papar Elizabeth Goldberg, M.D., instruktur klinis dermatologis di Mount Sinai Medical Center, New York, Amerika Serikat.
Retinol merupakan salah satu bentuk vitamin A yang sering dikaitkan dengan cacat lahir.
Sementara kafein merupakan stimulan yang sebaiknya hanya dikonsumsi dalam jumlah terbatas selama masa kehamilan.