RADARLEBONG.BACAKORAN.CO- Nokia, yang dulunya dikenal sebagai raja ponsel dunia, kini tidak lagi menjadi merek utama dalam pasar smartphone global.
Banyak faktor yang menyebabkan kemunduran perusahaan asal Finlandia ini, mulai dari keterlambatan berinovasi hingga kesalahan strategi bisnis.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa Nokia kehilangan posisi dominannya dalam industri
telekomunikasi.
BACA JUGA:Bebas Iklan! Cara Menghapus Iklan di HP Android dengan Mudah
Keterlambatan Berinovasi dan Kesalahan Platform
Salah satu penyebab utama penurunan Nokia adalah keterlambatannya dalam berinovasi.
Di saat perusahaan lain mulai beralih ke sistem operasi Android yang fleksibel dan user-friendly, Nokia tetap bertahan dengan sistem operasi Symbian, yang pada akhirnya gagal bersaing dengan Android dan iOS.
Keputusan untuk bertahan pada teknologi lama ini menjadi bumerang bagi Nokia karena pasar smartphone berkembang sangat cepat, dan konsumen mulai mencari ponsel yang lebih kompatibel dengan kebutuhan modern.
BACA JUGA:Ciri-Ciri HP Terkena APK Jahat atau Kena Hack di Tahun 2024
Kurangnya Perhatian terhadap Kebutuhan Konsumen
Nokia juga dinilai tidak memperhatikan perubahan kebutuhan konsumennya. Di tengah tren global yang mengarah pada smartphone yang lebih intuitif dan memiliki kemampuan software canggih, Nokia terlalu fokus pada keunggulan perangkat kerasnya.
Sementara kualitas perangkat keras Nokia tidak diragukan lagi, pengguna semakin mengutamakan pengalaman perangkat lunak yang menawarkan ekosistem aplikasi yang luas, serta kemudahan penggunaan. Hal ini membuat Nokia tertinggal jauh di belakang kompetitornya.
Kesalahan Strategi dengan Microsoft dan Windows Phone
Pada tahun 2010, Nokia membuat keputusan kontroversial dengan menandatangani kontrak eksklusif dengan Microsoft untuk menggunakan sistem operasi Windows Phone.