Pemprov Bengkulu Ajak ASN & Rumah Makan Gunakan LPG Non Subsidi
Ajak ASN & Rumah Makan Gunakan LPG Non Subsidi.-FOTO :DOK/radarlebong-
BENGKULU.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan kembali komitmennya dalam memastikan penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
Penegasan ini menyusul masih ditemukannya ASN dan pelaku usaha rumah makan yang menggunakan elpiji subsidi, meski gas melon tersebut diperuntukkan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, menyampaikan bahwa penyalahgunaan elpiji 3 kg subsidi menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dapat mengurangi hak masyarakat kecil yang sangat membutuhkan.
“Secara umum ketersediaan pangan pokok di Bengkulu masih aman. Namun kami juga menyoroti masih adanya ASN maupun pelaku usaha rumah makan yang menggunakan barang bersubsidi seperti elpiji 3 kilogram,” ujar Denni, Kamis, 1 Januari 2026.
Baca Juga: Panen Serentak, Harga Beras di Lebong Tengah Turun Rp 15 Ribu per Kaleng
Menurutnya, upaya pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada stabilitas dan ketersediaan bahan pokok, tetapi juga memastikan seluruh subsidi pemerintah, termasuk subsidi energi, digunakan sesuai peruntukannya.
Ketidaktepatan sasaran dinilai dapat menggagalkan tujuan utama subsidi, yakni membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu.
“Subsidi ini diberikan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Jika justru digunakan oleh kelompok yang mampu, maka masyarakat kecil yang seharusnya menerima manfaat akan dirugikan,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Bengkulu akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna meningkatkan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram, sekaligus mendorong peralihan penggunaan elpiji nonsubsidi bagi kalangan yang secara ekonomi dinilai mampu.
“Kami mengajak seluruh ASN dan pelaku usaha, khususnya rumah makan, untuk secara sadar menggunakan elpiji nonsubsidi. Ini bukan sekadar aturan, tetapi bentuk kepedulian sosial agar subsidi benar-benar tepat guna,” tambah Denni.
Selain pengawasan, pemerintah juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi elpiji subsidi kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Edukasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa elpiji 3 kilogram merupakan bantuan negara yang harus dijaga agar manfaatnya tepat sasaran.
“Jika semua pihak patuh, distribusi elpiji kilogram akan lebih lancar dan masyarakat yang membutuhkan tidak lagi kesulitan mendapatkan gas subsidi,” pungkasnya.