Pemkab Lebong Tanggung Biaya Perawatan Korban Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis

Wakil Bupati Lebong Bambang ASB, S.Sos, M.Si memastikan biaya perawatan seluruh korban dugaan keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) akan ditanggung oleh Pemkab Lebong.-(amri/rl)-
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Wakil Bupati Lebong Bambang ASB, S.Sos, M.Si memastikan biaya perawatan seluruh korban dugaan keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) akan ditanggung oleh Pemkab Lebong.
Hal tersebut disampaikannya setelah melihat langsung kondisi para korban yang dirawat di RSUD Lebong pada Rabu 27 Agustus malam.
"Sesuai arahan pak Bupati agar segala biaya perawatan dan pengobatan korban yang dirawat digratiskan dan ditanggung oleh Pemkab Lebong, " kata Bambang.
Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang menimpa ratusan pelajar TK, SD hingga SMP tersebut.
Baca Juga: ASN yang Dimutasi Segera Lapor
Untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa ini, sampel makanan yang sebelumnya dikonsumsi oleh para pelajar sudah dikirim ke BPOM untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
"Saat ini kita sedang menunggu hasilnya untuk mengetahui penyebab pastinya, " sampai Wabup.
Dirinya juga sudah meminta agar RSUD Lebong bisa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh korban yang saat ini masih menjalani perawatan medis.
Kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam penanaganan kejadian ini dirinya juga menyampaikan apresiasi sehingga saat ini seluruh korban sudah tertangani dengan baik.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah bekerjasama dengan baik sehingga saat ini semua korban sudah mendapatkan penanganan medis, " singkatnya.
Diketahui hingga Kamis 28 Agustus 2025 pukul 12.00 WIB jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis jumlahnya sudah mencapai 447 orang.
Mereka sebagian besar dirawat di RSUD Lebong, beberapa lainnya dirawat di Puskesmas dan ada juga di klinik swasta.
Namun demikian tak menutup kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah, mengingat menu MBG yang dibagikan ke sejumlah sekolah sebelumnya mencapai lebih dari dua ribu porsi.
Peristiwa dugaan keracunan ini terjadi pada Rabu 27 Agustus 2025 setelah para pelajar menyantap menu makan bergizi gratis.