Tiga Langkah Praktis untuk Kesehatan Jangka Panjang, Ada soal Tidur

Tiga langkah praktis untuk kesehatan jangka panjang dibeber pakar dari Herbalife Nutrition Advisory Board, Dr. Luigi Gratton, ada soal tidur. -Foto dok. Herbalife Nutrition-

JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Metabolisme sering disalahartikan hanya sebagai alat pembakar kalori. Padahal, menjaga keseimbangan metabolisme adalah fondasi utama bagi vitalitas, energi, dan proses penuaan yang sehat. 

Dalam rutinitas modern yang penuh tekanan, penting untuk memahami bagaimana metabolisme memengaruhi cara kerja tubuh kita.

"Kunci untuk kesehatan jangka panjang terletak pada perubahan gaya hidup sehat yang kecil namun konsisten," kata Vice President, Office of Health and Wellness and Chair, Herbalife Nutrition Advisory Board, Dr. Luigi Gratton, Rabu (26/11).

Dia menjelaskan, gaya hidup modern yang diwarnai stres kronis, konsumsi makanan olahan, dan kurangnya aktivitas fisik secara bertahap mengganggu keseimbangan metabolisme. 

Stres mampu memicu meningkatnya kadar kortisol, yang memicu penyimpanan lemak. Sementara, makanan olahan yang biasanya tinggi gula, rendah serat, dapat merusak sensitivitas insulin, mempengaruhi pengendalian nafsu makan, dan kesehatan saluran cerna.

Kemudian kebiasaan kurangnya aktivitas, kurang gerak atau malas berolahraga ujung-ujungnya akan memperlambat laju metabolisme dan menyebabkan ketidakseimbangan energi.

“Untungnya, perubahan kecil yang disengaja dalam kebiasaan sehari-hari mulai dari nutrisi, gerakan, dan istirahat dapat memberikan dampak yang signifikan,” ujar Dr. Luigi.

Luigi Gratton memaparkan tiga pilar utama yang dapat diterapkan segera untuk mendapatkan metabolisme sehat. Pertama dengan memprioritaskan makanan dengan nutrisi seimbang.

"Pilihan makanan adalah dasar dari kesehatan metabolisme. Nutrisi memengaruhi pengaturan gula darah, fungsi hormon, dan tingkat peradangan dalam tubuh," ungkapnya.

Dia menyebutkan, asupan protein tanpa lemak penting untuk membangun dan mempertahankan massa otot, yang sangat mendukung laju metabolisme istirahat yang lebih tinggi. Hal itu bisa dikombinasikan dengan makanan yang mengandung serat tinggi dan padat nutrisi, untuk mendukung kesehatan usus dan menjaga rasa kenyang serta keseimbangan gula darah. 

Penting juga diperhatikan bahwa beberapa penelitian menjanjikan menunjukkan polifenol pada buah jeruk (lemon, jeruk bali) dan capsicum (cabai/paprika) dapat mendukung fungsi metabolisme.

"Intinya, tidak perlu diet ketat. Kuncinya adalah secara konsisten memilih makanan kaya nutrisi yang menutrisi sistem-sistem di balik metabolisme Anda.

Pilar kedua, dengan menjadikan 'bergerak sebagai katalisator'. Hal itu disebabkan, aktivitas fisik adalah katalisator kuat untuk kesehatan metabolisme. Gerakan membantu tubuh mengatur gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Membangun rutinitas gerakan harian baik itu olahraga terstruktur atau jalan cepat memiliki manfaat jangka panjang. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan