Petani Lebong Kuatir Panen Kopi Merosot Akibat Cuaca Ekstrem
Petani Lebong Kuatir Panen Kopi Merosot Akibat Cuaca Ekstrem-foto :carles/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Para petani kopi di Kabupaten Lebong mulai mengkhawatirkan penurunan hasil panen pada musim mendatang. Kondisi cuaca yang saat ini didominasi hujan intensitas tinggi disertai angin kencang dianggap menjadi faktor utama banyaknya bunga dan buah kopi yang gugur sebelum masa panen tiba.
Zopi (38), salah satu petani kopi di Lebong Tengah, menjelaskan bahwa panen kopi di wilayah tersebut biasanya berlangsung antara Januari hingga Mei. Namun, ia menilai kondisi cuaca ekstrem tahun ini berpotensi besar menurunkan produktivitas kebun.
"Tahun ini kami sebagai petani hanya bisa pesimis. Hujan dan angin terus-menerus membuat bunga dan buah kopi gugur. Itu pasti berdampak pada penghasilan kami," ujarnya.
Menurut Zopi, para petani sebenarnya telah melakukan berbagai upaya agar tanaman kopi tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lebat. Namun, fenomena alam berupa hujan dan angin yang tidak menentu membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan.
"Jika bunga dan buah sudah gugur, tidak ada yang bisa dilakukan. Ini murni karena cuaca," katanya.
Hal senada disampaikan Ropi (34), petani lain di Lebong Tengah. Ia menuturkan bahwa hujan berkepanjangan dan angin kencang menyebabkan banyak buah kopi jatuh sebelum matang, sehingga membusuk di tanah. Kondisi ini membuat para petani semakin cemas menghadapi musim panen.
"Jika hujan tidak berhenti, kami pasti merugi. Kami khawatir hasil panen akan anjlok," keluhnya. (arp)