Bandingkan Gaji Guru & Tunjangan Anggota DPR, Ketum RAMA: Siapa yang Sebenarnya Membangun Bangsa?

Ketum RAMA Iqnal Shalat Sukma Wibowo menyatakan Indonesia kembali dihadapkan pada ironi kebijakan yang menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. -Foto: dokpri-
RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Ketua Umum Rakyat Advokasi Mandiri (RAMA) Iqnal Shalat Sukma Wibowo mengatakan Indonesia kembali dihadapkan pada ironi kebijakan yang menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Dia menjelaskan para guru yang menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa hanya menerima gaji Rp 350.000 per bulan di beberapa daerah. Di sisi lain, anggota DPR RI justru menikmati tunjangan hingga Rp 3 juta per hari.
"Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar yaitu siapa yang sebenarnya membangun bangsa ini?" ujarnya mempertanyakan.
Dia menjelaskan guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang dari ruang kelas sederhana hingga pelosok desa terpencil berjuang mendidik anak-anak bangsa agar memiliki ilmu pengetahuan, akhlak, dan masa depan yang lebih baik.
"Namun, penghargaan negara terhadap profesi ini kerap jauh dari kata layak. Banyak guru honorer bahkan harus bekerja sambilan hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari," tuturnya.
Sementara itu, lanjutnya, DPR RI yang diamanahkan rakyat sebagai wakil untuk memperjuangkan kesejahteraan justru memperoleh tunjangan fantastis.
"Publik menilai perbandingan ini sangat timpang, terlebih jika mengingat bahwa guru adalah fondasi dari lahirnya generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing," tegasnya.
“Kalau guru terus diperlakukan seperti ini, bagaimana kita bisa berharap pendidikan Indonesia maju? Gaji Rp 350 ribu sebulan bahkan tidak cukup untuk biaya transportasi, apalagi kebutuhan keluarga,” ujar Iqnal.
Kontras ini memunculkan gelombang kritik dari berbagai kalangan masyarakat dan banyak pihak menilai pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan kesejahteraan tenaga pendidik dibandingkan menambah tunjangan pejabat.
"Bangsa ini tentu tidak akan maju hanya dengan rapat-rapat di gedung parlemen, tetapi melalui kerja keras guru yang setiap hari membentuk karakter anak-anak Indonesia," pungkas Iqnal. (jp)