Salahnya Nasib

Senin 14 Jul 2025 - 23:43 WIB

Pesawat itu hanya berisi 241 penumpang dan awak. Berarti tidak penuh. Tidak mungkin kelebihan beban. Beda dengan jatuhnya pesawat Mandala di Medan. Mirip. Sama-sama baru saja take off. Beda. Kecelakaan Mandala bukan karena pilot bunuh diri. Mandala teledor. Khususnya pegawai daratnya. Kelebihan beban. Terlalu banyak memuat durian Ucok untuk konsumen di Jakarta.

Kalau pun bunuh diri, pilot India ini pasti bukan karena bertengkar dengan istri. Sumeet Sabharwal, pilot A, tidak punya istri. Ia tidak pernah menikah.

Sumeet Sabharwal berusia 60 tahun. Lahir dan tinggal di Mumbai. Senior sekali. Paling senior. Bahkan sebenarnya sudah waktunya pensiun. Tidak mungkin salah dalam saluran bahan bakar yang off.

Pengalaman terbangnya sudah 8.200 jam. Ia keluarga penerbangan. Ayahnya, kini 90, adalah pejabat tinggi di otoritas penerbangan India. Ia punya dua sepupu: anak kakak perempuan satu-satunya. Dua-duanya juga pilot.

Menurut sang ayah ia akan pensiun dua-tiga bulan lagi. "Setelah pensiun ia akan lebih banyak di rumah bersama saya, ayahnya," ujar sang ayah pada media di India.

Menurut sang ayah, pilot Sumeet Sabharwal orang yang disiplin. Ketika terbang jauh pun selalu telepon tetangga: agar memperhatikan ayahnya yang sudah tua.

Rasanya Sumeet Sabharwal tidak punya problem berat. Bahkan begitu sayang ayah. Jadi tetap tanda tanya besar mengapa saluran bahan bakar itu berubah ke posisi off.

Nasib memang di tangan siapa saja. Para calon dokter yang tidak bersalah apa-apa itu tewas kejatuhan pesawat. Pilot B tewas padahal sudah berusaha menghindarkannya. Nasib penumpang Mandala di tangan durian.

Bersandar pada nasib adalah salah satu pilihan untuk move on dengan cepat. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Selasa 30 Dec 2025 - 23:12 WIB

Gegeran Gergeran

Selasa 30 Dec 2025 - 00:53 WIB

Kaya Miskin

Selasa 23 Dec 2025 - 23:50 WIB

Ateis Rob

Minggu 14 Dec 2025 - 00:01 WIB

Ira Fatana

Rabu 10 Dec 2025 - 00:08 WIB

Negara Ro-ro