201 Nelayan Terima Rekomendasi BBM Subsidi

Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Utara, Sugimin, M.Pd.-foto :firdaus effendi/radar lebong-

BENGKULUUTARA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Dinas Perikanan Bengkulu Utara mendata sebanyak 201 nelayan yang berada di wilayah pesisir Kabupaten Bengkulu Utara telah menerima rekomendasi resmi untuk memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di awal tahun 2026.

Rekomendasi ini diketahui, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan untuk mendukung keberlanjutan usaha nelayan kecil.

Kemudian sekaligus memastikan penyaluran subsidi BBM tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar berhak.

"Rekomendasi BBM subsidi ini sangat penting bagi nelayan. Pasalnya, aktivitas melaut sehari-hari sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Dengan adanya subsidi ini, biaya operasional nelayan dapat ditekan sehingga hasil tangkapan bisa memberikan keuntungan yang lebih layak," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Sugimin MPd.

Baca Juga: Lima Jabatan Eselon II Bakal Kosong, Anggaran Lelang Hanya 4 Jabatan

Ia pun menjelaskan, proses pemberian rekomendasi BBM subsidi tidak dilakukan satu kali untuk selamanya. Setiap nelayan penerima wajib mengajukan permohonan dan melalui tahap verifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerima benar-benar nelayan aktif dan memenuhi syarat sebagai penerima subsidi. Rekomendasi ini wajib diperbarui setiap tiga bulan sekali.

Perpanjangan tersebut, lanjut Sugimin, sangat penting untuk menjaga keakuratan data nelayan penerima, sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap kebutuhan riil BBM subsidi di lapangan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan melakukan pengecekan data secara berkala, termasuk mencocokkan dokumen pendukung dan aktivitas melaut para nelayan.

“Setiap nelayan harus melalui proses verifikasi ulang. Tujuannya agar penyaluran subsidi BBM benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Proses pengajuan ulang tiap triwulan menjadi momen untuk melakukan evaluasi. Ini juga untuk memastikan nelayan aktif dan data mereka selalu diperbarui. Dengan begitu, distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Kami pun berharap, nelayan untuk aktif mengikuti proses pengajuan ulang dan memastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan telah lengkap. Hal ini untuk menghindari keterlambatan dalam penerbitan rekomendasi, yang dapat berdampak langsung pada kelancaran aktivitas melaut mereka," pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan