Penerimaan PBBP2 Lebong Tembus 95 Persen
Penerimaan PBBP2 Lebong Tembus 95 Persen-foto :amri rakhmatullah/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO- Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) di Kabupaten Lebong menunjukkan capaian positif menjelang akhir tahun 2025. Hingga 23 Desember 2025, Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong mencatat realisasi PBBP2 telah menyentuh angka 95 persen atau setara Rp 3 miliar dari target sebesar Rp 3,1 miliar.
Kepala Bidang Pendapatan BKD Lebong, Desi Novita, SE, M.Ak, mengungkapkan bahwa kontribusi penerimaan PBBP2 dari desa dan kelurahan saat ini masih berada pada kisaran 80 persen. Dari target Rp 678 juta, realisasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 561 juta.
Sementara itu, untuk objek pajak buku IV dan V, capaian realisasi tergolong sangat tinggi. Dari target Rp 2,471 miliar, penerimaan yang masuk telah mencapai Rp 2,438 miliar.
"Walaupun secara keseluruhan PBBP2 ini belum mencapai angka seratus persen namun secara progres sudah sesuai dengan apa yang diharapkan," sampainya.
BACA JUGA:Realisasi PBB-P2 Lebong Baru 90 Persen
Desi menjelaskan, batas akhir pembayaran PBBP2 sebenarnya telah ditetapkan hingga 28 November 2025. Namun demikian, setelah melewati tenggat waktu tersebut, wajib pajak tetap diberikan kesempatan untuk melunasi kewajibannya dengan ketentuan dikenakan sanksi administratif.
"Kalau sesuai dengan Perda, setiap wajib pajak yang terlambat dalam pembayaran PBBP2 akan dikenakan denda," katanya.
Lebih lanjut, BKD Lebong terus mengimbau masyarakat yang belum melunasi PBBP2 agar segera melakukan pembayaran. Pasalnya, PBBP2 merupakan salah satu sumber pendapatan pajak daerah terbesar yang menopang pembangunan di Kabupaten Lebong.
Untuk memudahkan masyarakat, pembayaran PBBP2 dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti teller Bank Bengkulu, mesin ATM, layanan mobile banking, hingga gerai ritel modern yang telah bekerja sama dengan Bank Bengkulu.
"Dengan membayar kewajibannya, nantinya masyarakat akan mendapatkan hasil pembangunan yang anggarannya bersumber dari pajak yang mereka bayar," singkatnya.