Mengatasi Jerawat dan Menjaga Berat Badan dengan Pil KB

Pil KB Untuk Kulit-tangkapan layar -
RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Pada webinar bertajuk "KB Membuat Cantik dan Langsing", yang diselenggarakan pada hari Jumat, 27 September 2024, melalui platform Zoom Meetings, dua ahli dalam bidang obstetri dan ginekologi dari RSUD Saiful Anwar, hadir sebagai narasumber: Dr. dr. Sutrisno, SpOG dan Dr. dr I Wayan Arsana Wiyasa, SpOG.
Webinar ini membahas berbagai aspek terkait hormon pada perempuan dan peran kontrasepsi dalam menjaga keseimbangan hormon serta meningkatkan kualitas hidup perempuan, terutama dalam konteks kecantikan dan kesehatan tubuh.
BACA JUGA:Bahaya Reaksi Jeruk Nipis dan Sinar Matahari pada Kulit
Hormon pada Tubuh Perempuan dan Pengaruhnya Dr. Sutrisno membuka diskusi dengan menjelaskan bahwa terdapat tiga hormon dominan dalam tubuh perempuan, yaitu estrogen, progesteron, dan androgen.
Keseimbangan antara ketiga hormon ini sangat penting.
Progesteron bertugas untuk mengimbangi kerja estrogen.
Hormon estrogen, sebagai hormon yang membentuk karakteristik perempuan, mempengaruhi perkembangan payudara, pertumbuhan rambut di tempat yang proporsional, serta menjaga fungsi seksual.
Androgen, meski merupakan hormon penting bagi kesehatan tulang dan libido, dapat menimbulkan masalah jika jumlahnya berlebihan.
Mengapa androgen menjadi fokus dalam diskusi ini? Dr. Sutrisno menjelaskan, “Karena kelainan androgen menimbulkan masalah besar pada tampilan kulit, seperti kulit berminyak, jerawat, serta pertumbuhan bulu yang tidak normal.
Hal ini juga dapat menyebabkan gangguan siklus haid.”
Apakah hormon androgen tidak baik? Adalah salah satu pertanyaan yang mungkin muncul di benak Anda.
Menurut dr.Sutrisno, “Sebetulnya hormon ini baik, dalam proporsi tertentu, untuk kepentingan tulang, libido, dan lain-lain. Orang-orang yang defisiensi androgen atau androgennya rendah, akan mengalami penurunan libido.
Tetapi, jika terlalu tinggi, maka akan menimbulkan kekacauan di kulit.”
Endokrinopati akibat ketidakseimbangan hormon androgen adalah kelainan paling umum pada wanita usia reproduktif.