Sebenar KDRT

Minggu 15 Feb 2026 - 22:19 WIB

Ivo Ananda istirahat tidur di pinggir jalan saat mengikuti event ultra cycling, Mainsepeda East Java Journey 2026.--

 

Saya setuju itu sebenar-benar KDRT.

 

Saya pernah marah kepada cucu Pak Iskan itu. Marah sekali. Marah besar. Marah dalam hati. Kok sepedaan terus. Kapan kerjanya? Bukankah sudah diberi contoh orang itu harus kerja keras?

 

Marah itu lama-lama reda sendiri. Yang membuat reda adalah kenyataan berikutnya: saya dengar cucu Pak Iskan itu punya pabrik sepeda. Tepatnya: perusahaan desain sepeda. Pabrik sepedanya bisa di Taiwan, di Shenzhen, di Dongguan, di mana saja. Tapi ia yang menentukan desainnya. Lalu dirakit di Indonesia.

 

Hobi sepedaan itu juga melahirkan event-event yang memberi dampak pada pariwisata di dalam negeri. Termasuk event yang membuat cucu menantu Pak Iskan merasakan KDRT: Mainsepeda East Java Journey. 

Ivo Ananda saat berhasil finis menyelesaikan tantangan bersepeda 1.500 km di East Java Journey 2026.--

Definisi ''kerja keras'' ternyata sudah berubah di mata generasi baru. Apalagi di generasi yang lebih baru lagi. Mungkin Saya sudah tidak paham apa definisi kerja keras di masa ini.

 

Saya sendiri tetap kerja keras menurut definisi lama: harus berkeringat, harus belepotan lumpur, harus berterik matahari.

"Saya juga berkeringat, berlumpur, dan berterik matahari," gurau cucu Pak Iskan suatu ketika. Ia pun menunjukkan foto sepedanya yang penuh lumpur saat ikut event di negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Ia mengatakan itu seperti sambil promo sepedanya. Mereknya: Wdnsdy.

Ia sendiri tidak pernah mengakui semua itu tergolong KDRT terhadap istri. Ia memilih kata yang lain: ''School of Suffering'' –sekolah penderitaan. Lalu apa bedanya? (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Senin 04 May 2026 - 21:09 WIB

VVIP Selamanya?

Minggu 03 May 2026 - 21:36 WIB

Istana Garuda

Sabtu 02 May 2026 - 21:42 WIB

Langit Sumur

Jumat 01 May 2026 - 21:28 WIB

Orang Kuat

Kamis 30 Apr 2026 - 21:23 WIB

Listrik Kereta