Sebenar KDRT

Minggu 15 Feb 2026 - 22:19 WIB

Deal. Sang suami batal ikut 600 km. Ivo yang ikut 1.500 km. Berarti tiap hari harus latihan ratusan kilometer.

Perjalanan KDRT itu dimulai Senin, 2 Februari 2026, lalu. Ivo merasa sangat tersiksa sepanjang perjalanan. Selama enam hari. Meski event itu diikuti 50 peserta, praktiknya mirip sendirian. Tiap orang mikir diri sendiri-sendiri.

"Ini benar-benar KDRT," kata Ivo.

Beberapa suami-istri punya perilaku mirip itu. Mereka punya ''persatuan korban KDRT'' sejenis.

 

Pernah Ivo diajak sepedaan 600 km. Tiap hari mereka berangkat pukul 05.00 pagi. Sepanjang hari mereka di atas jalan raya. Pun sepanjang sore.

 

Malam? Tergantung keadaan. Kadang jaraknya nanggung untuk istirahat. Sering baru berhenti pukul 22.00 atau 23.00.

 

Ivo pernah bercerita soal perjalanan sepeda berduanya dari Surabaya ke Pacitan. Lewat Madiun dan Ponorogo. Selepas Slahung, sudah gelap malam. Jalannya menanjak. Berkelok. Sepi. Kiri jalan tebing gunung. Kanan jalan sungai Grindulu. Hujan. Hanya berdua. Tepatnya tidak berdua. Suami sudah jauh di depan. Ivo sendirian di belakang. Perempuan. Muda. Sepedaan sendirian di kegelapan sunyi seperti itu.

 

Tidak hanya sekali. Jalur Ponorogo-Pacitan sering dilewati untuk tujuan arah yang berbeda-beda. Pernah, katanyi, menjelang tengah malam masih di situ. Sudah tidak kuat lagi. Akhirnya bermalam di atas bukit. Ada satu rumah kosong di situ. Jauh dari rumah lainnya. Habis subuh berangkat lagi.

 

Pernah juga Ivo diajak bermalam di masjid. Tepatnya di serambi masjid. Masjid desa. Di Bojonegoro Hanya ada mereka berdua. Tidak bisa mandi --tidak ada kamar mandi di masjid itu. Juga tidak minta izin siapa-siapa karena tidak ada manusia di sana.

 

 

Kategori :

Terkait

Selasa 05 May 2026 - 21:27 WIB

Kelapa Gading

Senin 04 May 2026 - 21:09 WIB

VVIP Selamanya?

Minggu 03 May 2026 - 21:36 WIB

Istana Garuda

Sabtu 02 May 2026 - 21:42 WIB

Langit Sumur

Jumat 01 May 2026 - 21:28 WIB

Orang Kuat