Cahaya Adharta

Rabu 29 Oct 2025 - 18:52 WIB

Sebelum pergi, Sandy mencium tangan ibunya dan berkata,

“Mama, di Beijing nanti aku ingin ke makam Papa. Ada pesan?”

Maria tersenyum lembut.

”Katakan padanya... aku sudah belajar tertawa tanpa ia, tapi tak pernah berhenti mencintainya.”

Ketika pesawat lepas landas, Maria duduk di taman, memandangi langit biru Jakarta. Di antara dedaunan yang bergoyang, ia merasakan hembusan angin lembut menyentuh pipinyi seolah ada tangan yang dulu pernah memeluknyi dengan kasih.

Dia menatap langit, menutup mata, dan berbisik, ”Kelvin... perjalanan hatiku belum berakhir. Aku masih berjalan di jalan yang sama jalan cinta yang kau mulai.”

Langit tampak lebih terang hari itu.

Mungkin karena cinta memang tak pernah benar-benar pergi. Dia hanya berganti wujud — dari pelukan menjadi angin, dari kenangan menjadi kekuatan, dari air mata menjadi cahaya. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Rabu 21 Jan 2026 - 22:29 WIB

Pati Madiun

Selasa 20 Jan 2026 - 22:20 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 23:16 WIB

Rambo Batman

Minggu 18 Jan 2026 - 21:16 WIB

Omon Kenyataan

Sabtu 17 Jan 2026 - 21:59 WIB

Anomali Iran