Himbara Tekankan Implementasi PFII Harus Bertahap
Mata Uang Dolar Amerika. -Foto: net-
JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Direktur Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Eko Setyo Nugroho menekankan implementasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) harus dilakukan secara bertahap.
Hal tersebut disampaikan Eko saat mewakili Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI.
Dia menyatakan implementasi PFII dilakukan dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur, kapasitas industri, dan mitigasi risiko.
"Sehingga manfaat yang diharapkan dapat tercapai secara optimal," kata Eko dalam keterangan resmi, Minggu (12/7).
Melalui pendekatan yang matang, kehadiran PFII diproyeksikan mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah finansial dunia.
Pusat aktivitas keuangan ini ditargetkan memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat regional maupun di tingkat global.
Dalam skema tersebut, Eko menilai Himbara dapat diposisikan sebagai jembatan atau gateway utama bagi masuknya modal global ke tanah air.
Aliran modal ini mencakup investasi langsung asing atau foreign direct investment hingga investor institusi.
Selain itu, modal yang disasar juga berasal dari sovereign fund, family office, hingga pasar modal.
"Selama ini, sebagian besar arus modal tersebut diketahui masih mengalir melalui pusat-pusat keuangan internasional di luar Indonesia," tuturnya.
Melalui PFII, Indonesia diharapkan mampu membangun ekosistem keuangan yang lebih kompetitif.
Namun, hal tersebut harus didukung dengan regulasi adaptif, pemberian insentif yang menarik, serta penyediaan infrastruktur keuangan yang berstandar internasional.
Upaya penguatan pasar keuangan dan likuiditas domestik juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengembangan ekosistem ini.
"Ekosistem tersebut diharapkan dapat menjadi entry point bagi modal global untuk masuk ke Indonesia," tuturnya.