DPRD Lebong Dorong Bappeda Optimalkan Potensi PAD
Parkir menjadi salahsatu target PAD Lebong untuk itu DPRD Lebong Dorong Bappeda Optimalkan Potensi PAD. -foto :amri rakhmatullah/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, S.Sos, meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebong segera memetakan berbagai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Upaya tersebut dinilai penting guna memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Menurut Carles, struktur pendapatan Kabupaten Lebong hingga saat ini masih didominasi dana transfer, sementara kontribusi PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih tergolong rendah.
Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Bappeda sebagai instansi yang memiliki peran dalam perencanaan pembangunan daerah.
BACA JUGA:Target PAD Retribusi Parkir Rp 106 Juta, Realisasi April Rp 34 Juta
"Kedepannya kita tidak bisa terus bergantung pada dana transfer. Bappeda harus mampu memetakan potensi-potensi PAD baru yang bisa dikembangkan sehingga menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan," ungkapnya.
Carles menegaskan, peningkatan PAD tidak harus ditempuh melalui penambahan beban pungutan kepada masyarakat. Sebaliknya, pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang telah dimiliki dengan pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
"Saya menilai pengelolaan aset daerah yang produktif, pengembangan destinasi wisata, serta peningkatan pelayanan terhadap wajib pajak dan retribusi dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan," sampainya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemetaan potensi PAD harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mendata potensi yang telah ada, tetapi juga mengidentifikasi peluang-peluang baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sejumlah sektor seperti pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga optimalisasi aset milik pemerintah daerah dinilai masih memiliki prospek besar untuk meningkatkan penerimaan daerah.
Selain itu, Carles juga mendorong agar proses identifikasi potensi tersebut melibatkan seluruh OPD teknis sesuai bidang masing-masing. Keterlibatan lintas sektor dinilai penting agar data yang diperoleh lebih akurat dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan PAD.
Menurutnya, seluruh potensi daerah perlu dikaji secara komprehensif sehingga dapat diterjemahkan ke dalam program pembangunan maupun regulasi yang mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.
"Kita ingin setiap potensi yang ada benar-benar dihitung. Mana yang bisa segera dikembangkan, mana yang membutuhkan investasi, dan mana yang perlu didukung regulasi. Semua itu harus dipetakan secara jelas," katanya.
Carles menambahkan, DPRD Kabupaten Lebong siap memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan PAD, selama pelaksanaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ia menekankan bahwa seluruh program harus disusun melalui perencanaan yang matang, berbasis data, dan mampu memberikan manfaat bagi pembangunan daerah maupun kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebong.
"DPRD siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan PAD," singkatnya.