Rampok Mamdani

Catatan Dahlan Iskan--

Oleh: Dahlan Iskan

"Mesir telah dirampok."

Publik pun puas.

Apalagi publik Indonesia. Itu karena yang mengatakannya Zohran Mamdani, wali kota New York.

Di Amerika ia dianggap penyambung lidah rakyat. Ia tidak takut pun melawan Presiden Donald Trump –dan ia menang: Trump mengundangnya ke Gedung Putih.

Mamdani juga tidak takut melawan ''penguasa keuangan" dunia: kelompok Yahudi New York. Ia terabas mitos kalau tidak dapat dukungan Yahudi tidak akan terpilih jadi pemimpin publik di Amerika.

Ia bela Palestina apa adanya di saat yang paling sensitif: menjelang kampanye pemilihan wali kota yang ia ikuti. Padahal yang ia serang paling keras adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu –partner utama Trump di politik keamanan Timur Tengah.

Ia bilang Netanyahu adalah penjahat perang.

Tidak banyak ornamen Piala Dunia di New York. -Dahlan Iskan -Harian Disway-

Tentu saya tidak bertemu Mamdani di New York. Sedang ada pemilu legislatif di kota New York: pemilihan anggota DPRD. Saya sempat masuk ke satu gedung dekat Times Square yang dijadikan TPS. Pemilih sedang antre memberikan suara.

Seorang petugas TPS melarang saya memotret --tapi sebelum dilarang saya sudah memotretnya: beberapa kali.

Aneh juga, di negara kampiun demokrasi memotret di TPS saja dilarang.

Saya ucapkan itu ke salah satu petugas di sana: ia setuju. Lalu mencoba bicara dengan petugas lain. Tapi yang diajak bicara tetap melarang. Petugas yang setuju dengan saya itu tampak kecewa sambil menaikkan bahunya.

Saya tidak ngotot. Dalam hati saya berkata: kan saya sudah dapat fotonya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan