Waspada Ancaman DBD Pasca Banjir di Lebong

Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD)-foto :adrian roseple/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, hingga memicu banjir di sejumlah titik, tidak hanya merusak infrastruktur dan rumah warga.

Kondisi ini juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, salah satunya potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, M.Si., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala DBD, terutama jika mengalami demam tinggi selama beberapa hari.

Terlebih lagi, kondisi cuaca saat ini tidak menentu dan genangan air pasca-banjir menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

"Maka dari itu, kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan jika ada mengalami demam untuk segera memeriksakan kesehatannya di Puskesmas terdekat atau ke RSUD Lebong," sampainya.

Rachman menjelaskan bahwa gejala awal DBD sering kali menyerupai demam biasa. Hal ini membuat banyak masyarakat memilih untuk melakukan pengobatan mandiri di rumah. Padahal, jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

"Jika ada anggota keluarga yang demam mendadak, disertai sakit kepala, nyeri otot, mual, atau muncul bintik merah di kulit, segera bawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk," ungkapnya.

Selain meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, Dinkes Lebong juga mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Gerakan ini meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Menurut Rachman, lingkungan yang bersih adalah kunci utama pencegahan.

"Kami berharap masyarakat rutin membersihkan bak mandi, talang air, dan mengubur atau membuang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan," ujarnya.

Mengantisipasi hal tersebut, Dinkes Lebong telah menginstruksikan seluruh Puskesmas di Kabupaten Lebong untuk memperketat pemantauan terhadap kasus demam di wilayah kerja masing-masing.

Jika ditemukan indikasi peningkatan kasus, Dinkes akan segera mengambil langkah cepat, mulai dari penyelidikan epidemiologi hingga tindakan pengasapan (fogging).

Namun, Rachman menegaskan bahwa upaya ini tidak akan maksimal tanpa adanya kesadaran dari warga sendiri.

"Pencegahan DBD ini memerlukan peran aktif dari masyarakat semua bukan hanya tenaga kesehatan saja," singkatnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan