Sempat Terkendala Salah Input, Realisasi SIRUP Hampir 100 Persen
Kepala Bagian Barang dan Jasa (Kabag Barjas) Setda Lebong, Fahdel Fajri, ST,-foto :amri rakhmatullah/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO – Sempat adanya kendala salah input belanja pegawai yang nyasar di SIRUP.
Akhirnya, proses penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP) ke dalam aplikasi SIRUP menampakkan progres dengan hasilnya cukup impresif: per awal Mei 2026, capaian penginputan data belanja pengadaan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menyentuh angka 96,1% ,hampir 100 persen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong menunjukkan keseriusan dalam memacu transparansi anggaran.
Melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Lebong,
BACA JUGA:Waduh, Belanja Pegawai 'Nyasar' ke SIRUP, Administrasi Amburadul
Kepala Bagian Barjas Setda Lebong, Fahdel Fajri, ST, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan cerminan komitmen kuat dari tiap instansi dalam mempercepat pembangunan di Bumi Swarang Patang Stumang. Meski sempat terkendala teknis, proses validasi terus berjalan lancar.
"Hingga 11 Mei 2026 ini progres penginputan data belanja pengadaan, menunjukkan komitmen OPD dalam mendukung percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah. Untuk penginputan SIRUP saat ini sudah mencapai sekitar 96,1 persen. Memang kemarin-kemarin ada sedikit perbaikan dan penelusuran terkait kesalahan dalam penginputan. Namun saat ini, untuk secara umum seluruh OPD sudah hampir tuntas,” ujar Fahdel di ruang kerjanya, Senin (11/5).
Dari total pagu belanja pengadaan Pemkab Lebong tahun anggaran 2026 yang mencapai Rp178,1 miliar, mayoritas dana tersebut kini sudah "terkunci" di dalam sistem. Anggaran fantastis ini mencakup dua mekanisme utama, yakni melalui penyedia dan swakelola.
“Total pagu belanja pengadaan kita sebesar Rp178,1 miliar. Ini terdiri dari paket-paket yang dilaksanakan melalui penyedia dan juga swakelola," tambah Fahdel.
Kendati mayoritas OPD hampir tuntas, masih ada "pekerjaan rumah" bagi segelintir instansi. Salah satunya adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Kabupaten Lebong yang terpantau masih dalam proses finalisasi paket kegiatan.
“Untuk kekurangannya masih kita cek. Ada beberapa OPD, seperti Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, yang kemungkinan masih ada paket yang belum diinput ke SIRUP atau masih dalam proses finalisasi," jelasnya.
Fahdel menekankan bahwa penginputan SIRUP bukan sekadar urusan administratif, melainkan jantung dari transparansi publik. Data ini menjadi kompas bagi para penyedia barang dan jasa untuk melihat peluang kerja yang tersedia secara terbuka.
Begitu angka 100% tercapai, "keran" pengadaan akan langsung dibuka lebar melalui mekanisme e-purchasing (katalog elektronik) maupun pengadaan langsung.
“Kalau semua sudah terinput 100 persen, OPD bisa langsung melaksanakan proses pengadaan melalui katalog elektronik maupun pengadaan langsung,” tegas Fahdel menutup pembicaraan.