Drum Mesiu

Catatan Dahlan Iskan--

UUD Tiongkok memang menyebutkan Taiwan adalah salah satu provinsinya. Lalu amandemen UUD itu mengamanatkan lebih tegas: untuk mengembalikan Taiwan, kalau perlu dengan kekuatan senjata.

Maka begitu Amerika sangat sibuk mengerahkan kekuatan militernya ke Iran banyak yang waswas: jangan-jangan Tiongkok mengambil kesempatan itu untuk  merebut Taiwan secara paksa. Amerikalah satu-satunya harapan Taiwan untuk berlindung dari serangan Tiongkok.

Kekhawatiran itu ditangkap dengan baik oleh Li-wun. Dia justru ke Tiongkok. Menjalin perdamaian. Xi Jinping juga setuju dengan misi itu. 

Harapan Li-wun berikutnya tentu bisa memenangkan pilpres akan datang. Kini, meski oposisi, KMT sudah menguasai mayoritas parlemen. Juga sudah lebih banyak kepala daerah dari KMT daripada DPP. Tinggal selangkah lagi.

Sebagai mayoritas di parlemen KMT baru saja berhasil menolak rencana pemerintah untuk menaikkan anggaran pertahanan: untuk membeli tambahan senjata dan pesawat tempur dari Amerika.

Faktor lain yang menguntungkan Li-wun: kondisi Hongkong kini sudah stabil. Di masa Pilpres yang dimenangkan Ing-wen dulu kondisi Hongkong sangat tegang-tegangnya. Kelompok anti Tiongkok sangat vokal. Demo hampir tidak berhenti. Kesan yang munculkanoleh anti Tiongkok di Hongkong: Taiwan akan ditindas seperti Hongkong.

Rakyat Taiwan sendiri sebenarnya ingin apa?

Dari berbagai jajak pendapat selalu saja mengatakan: yang ingin merdeka sekitar 25 persen. Yang ingin menyatu dengan Tiongkok sekitar 10 persen. Baru 35 persen yang bersikap. Selebihnya: ingin seperti sekarang saja. 

Itu dianggap menguntungkan Li-wun: rakyat ingin damai. Begitu menyatakan merdeka pasti Tiongkok menjadikan Taiwan drum mesiu.(Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan