Utang Tuhan
--
Kuatnya tradisi pemikiran di bidang filsafat itulah yang membuat Iran istimewa. Kenapa pemikiran filsafat negara Islam yang lain tidak sekuat Iran?
"Kita kan sunni," ujar Al Makin. "Iran kan syi'ah," katanya.
Di negara-negara Islam yang alirannya sunni, ilmu filsafat berhenti. Tidak ada lagi filsafat. Yakni sejak Imam Al Ghazali menerbitkan buku Ihya Ulumuddin. Itulah kitab yang paling diunggulkan di kalangan sunni.
Di bukunya itu Al Makin berani menyebut bahwa Imam Ghazali bukanlah filsuf. Padahal di semua lembaga pendidikan Islam di Indonesia mengajarkan Al Ghazali adalah filsuf besar. Terbesar yang lahir dari dunia Islam.
"Imam Al Ghazali itu teolog. Bukan filsuf," ujar Al Makin.
Apa bedanya?
"Di filsafat semua hal harus dipertanyakan. Di teologi yang ada adalah doktrin. Kalau sudah menyangkut doktrin justru tidak boleh dipertanyakan. Kitabnya Al Ghazali isinya kan doktrin".
Setelah tidak jadi rektor Al Makin kembali menjadi peneliti. Darah dagingnya di penelitian. Sumsum tulang belakangnya juga berisi penelitian.
Anda sudah tahu: penelitiannya yang populer adalah tentang nabi-nabi. Hasilnya: di Indonesia ini ia temukan ada 600 nabi. Tiga di antaranya di Medan --termasuk Sisimangaraja. Tentu belum termasuk nabi terbaru di Medan: Nabi Muhammad --tanpa SAW.
Saya ke rumah nabi itu bersama Prof Al Makin tahun lalu. Kami dapat cerita detil saat nabi itu mendeklarasikan kenabiannya di Makkah (Lihat Disway 19 September 2025: Nabi Baru).
Di Blora juga penah ada nabi: nabi Samin Surosentiko --yang mengajarkan agama Samin.
Sebagai peneliti Al Makin tentu sudah ke berbagai negara yang jadi objek penelitiannya. Termasuk Iran. Ia ke situs-situs peninggalan Maharaja Cyrus di Pasargadae --yang kini berada di provinsi Fars, tidak jauh dari kota Shiraz.
Hebat juga Pasargadae pernah jadi ibu kota negara super power pertama di dunia --2.500 tahun sebelum Amerika menggantikannya.
Konon penggambaran surga yang bertaman indah itu datang dari Pasargadae ini: ibu kota super power tapi bentuk kotanya bukan metropolitan melainkan pertamanan seperti di surga --ups sebaliknya.
Sampai di tahun 500 SM itulah, di Iran kuno, di zaman Cyrus manusia terus diarahkan agar hanya bertuhan satu. Nama tuhannya: Mazda. Lengkapnya: Ahura Mazda --kekuatan yang maha bijaksana. Tuhan yang maha esa itu dianut sejak 1000 tahun sebelumnya --dimulai di zaman Zaratustra yang memerintah di Zoroaster.