Rencana Pindah
Catatan Dahlan Iskan-foto :disway.id-
Ketika Hegseth mengucapkan semua itu, ia mendapat laporan: selama dua hari terakhir serangan dari pihak Iran sudah sangat kecil. Yang terendah sejak hari pertama. Itulah yang ia anggap Iran sudah sangat lemah: tinggal memberikan pukulan terakhir.
Kelihatannya, setelah Jumat Agung besok –hari Yesus disalibkan di Jerusalem– serangan besar-besaran itu akan dilakukan. Setidaknya setelah hari Paskah –Minggu lusa. Kalau itu terjadi inilah Paskah yang paling tidak damai di bumi.
Masyarakat Amerika sendiri waswas apa yang akan terjadi seminggu ke depan. Mengapa pula tentara Amerika yang harus berjuang di depan. "Kenapa anaknya Netanyahu malah bisa enak-enak di Miami, Florida," ujar salah satu medsos di Amerika.
Anak kedua Netanyahu memang tinggal di Miami. Umurnya 35 tahun. Ia jadi YouTuber sayap kanan. Namanya: Yair Netanyahu.
Saat mulai terjun ke podcast orang pertama yang ia wawancara adalah anaknya Jair Bolsonaro, anak presiden Brasil sayap kanan yang dibela Trump mati-matian.
Yair dan Jair sama artinya: sinar yang menerangi. Orang Yahudi menuliskannya dengan Yair. Orang Spanyol atau Portugal mengubahnya menjadi Jair. Itu meminjam nama depan hakim yang disebut dalam Al Kitab.
Dari sudut Pythagorean, nama Yair menyimbolkan angka 8. Lihatlah: Y (7) + A (1) + I (9) + R (9) = 26 → 2 + 6 = 8. Maknanya: kekuatan, kesuksesan, kehebatan.
Betul. Harusnya Yair segera mendaftar ke Hegseth hari ini. Lalu berangkat besok. Agar bisa bergabung dengan pasukan Amerika yang masuk ke pulau di Iran.
Minggu pertama dari lima minggu yang direncanakan Hegseth kelihatannya fokus untuk menduduki dan menguasai pulau-pulau di seberang kota besar Bandar Abbas. Itulah pulau karang yang oleh Iran dijadikan pusat industri minyak dan gas.
Pelabuhan di situ dikhususkan untuk pelabuhan ekspor minyak. Pelabuhannya sangat besar. Sangat dalam. Bisa disandari kapal supertanker.
Di pulau yang besarnya sepertiga pulau Manhattan itu juga ada landasan pesawat terbang. Di tengahnya ada batalyon militer untuk mengamankan seluruh pulau.
Tentu di saat pasukan Amerika mulai melakukan pendaratan besar-besaran di pantainya, batalyon militer itu akan dibom lebih dulu. Atau dihancurkan lewat udara.
Pulau itu –dan industri minyak itu– akan dikuasai dan diduduki Amerika. Tentu tergantung bentuk dan besarnya perlawanan yang dilakukan batalyon di situ. Juga apakah akan ada tambahan pasukan Iran dari darat –kalau jalurnya belum diblokade Amerika.
Memang, seandainya pun Amerika berhasil menguasai pulau itu: lalu mau apa? Tentu industri minyak Iran lumpuh. Tapi tidak berarti bisa menguasai Iran.
Tentu bukan berarti tidak ada gunanya bagi Amerika. Amerika bisa membuka selat Hormuz bagi kapal-kapal minyak yang akan menuju Eropa, Jepang, India, Korea, dan Tiongkok. Amerika bisa memajaki mereka.