Iri Masyaallah
--
Saya iri kepada mereka yang punya waktu tiga hari tinggal di villa itu. Lalu saya buru-buru berucap masya-allah --agar rasa iri itu pergi.
Di Yaman saya melihat begitu banyak tulisan masya-allah. Di pintu pintu. Di pagar. Di kaca mobil.
Pemandangan yang sama pernah saya lihat di Pakistan. Waktu itu saya bertanya ke orang Pakistan: mengapa begitu banyak tulisan masya-allah. Tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan. Hanya kebiasaan saja, katanya.
Di Yaman saya menemukan jawabnya: mengucapkan masya-allah bisa menghilangkan rasa iri yang mulai berusaha muncul di hati. (Dahlan Iskan)