Belum Setahun, Jalan GOR–Salok Lebong Sudah Rusak

Dinas PUPR-Hub Pastikan Rekanan Perbaiki Jalan GOR-Salok dalam Sepekan--

LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Lebong kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, ruas jalan GOR–Salok di Kecamatan Lebong Selatan dilaporkan mengalami kerusakan meski belum genap setahun sejak selesai dibangun. Kerusakan tersebut diduga akibat erosi pada dinding dan pondasi jalan yang dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Kerusakan dini pada proyek pembangunan jalan di Lebong ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena ruas jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga setempat.

Menanggapi laporan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Reko Heryanto, S.Sos, M.Si, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan tersebut dan langsung mengambil langkah cepat.

“Kita sudah menerima informasi dari salah satu warga Kelurahan Tes terkait kondisi jalan itu. Tadi langsung kita panggil pihak Bidang Bina Marga untuk memastikan kondisi di lapangan, sekaligus menyurati pihak ketiga," katanya.

Reko menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran, proyek pembangunan jalan GOR–Salok tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak ketiga, yakni CV. Rafflesia Tekni Sentosa. Proyek itu diketahui memiliki pagu anggaran sekitar Rp2,9 miliar dan mulai dikerjakan pada akhir tahun lalu.

Karena masih dalam masa pemeliharaan, ia menegaskan bahwa seluruh bentuk kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana. Pemerintah daerah pun telah meminta perusahaan tersebut untuk segera melakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin meluas.

“Karena ini masih dalam masa pemeliharaan, maka tanggung jawab sepenuhnya ada pada pihak ketiga. Kami sudah menyampaikan secara resmi, baik secara tertulis maupun melalui komunikasi langsung, agar segera dilakukan perbaikan,” Sampainya.

Ia menambahkan, langkah cepat perbaikan sangat penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan. Pemerintah daerah juga memastikan akan terus melakukan pengawasan hingga masa pemeliharaan proyek berakhir.

"Saya memastikan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam jika kontraktor tidak memenuhi kewajibannya. Kita akan pantau terus. Jika tidak segera diperbaiki, tentu akan ada langkah lanjutan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

YCL Soroti Kualitas Proyek dan Minta Audit Menyeluruh

Sementara itu, Presiden Youth For Clean (YCl), Eko Fernandes, menilai kerusakan dini pada jalan GOR–Salok Lebong merupakan indikasi lemahnya pengawasan dan kualitas pelaksanaan proyek.

Menurutnya, kerusakan pada infrastruktur dengan nilai anggaran mencapai Rp2,9 miliar tidak bisa dianggap sebagai hal biasa, meskipun proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor.

“Kerusakan yang terjadi sebelum satu tahun ini patut dipertanyakan. Artinya, ada kemungkinan perencanaan yang kurang matang, kualitas pekerjaan yang tidak maksimal, atau pengawasan yang lemah,” ungkap Eko.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penanganan masalah tidak cukup hanya sebatas perbaikan fisik jalan, tetapi harus disertai evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan