Terancam Ambruk, Warga Lebong Tengah Minta Perbaikan Jembatan Segera

JEMBATAN: Terlihat jembatan Desa di Karang Anyar tak kunjung dibangun.-carles/radarlebong-

RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Kondisi infrastruktur jembatan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, dilaporkan semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Jembatan yang masih menggunakan material bambu tersebut kini mengalami pelapukan serius, sehingga mendesak perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebong untuk segera melakukan perbaikan.

Kerusakan jembatan tersebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan kini telah memasuki tahap yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, struktur bambu yang menjadi penopang utama terlihat rapuh dan tidak lagi layak dilalui kendaraan.

Kondisi ini membuat akses transportasi warga menjadi terbatas dan berisiko tinggi, terutama bagi mereka yang tetap nekat melintas.

Baca Juga: Laporan DD dan ADD Harus Lengkap, Camat Amen Beri Instruksi Tegas

Salah seorang warga setempat, Dani (50), menyampaikan bahwa saat ini jembatan tersebut hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Ia menilai pemerintah daerah perlu segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk. 

"Sekarang kendaraan sudah tidak bisa lewat lagi, hanya pejalan kaki yang berani melintas," ujarnya.

Menurut Dani, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat Desa Karang Anyar dan wilayah sekitarnya. Selain digunakan untuk mobilitas sehari-hari, jembatan juga menjadi jalur penting bagi distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.

Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan aktivitas ekonomi masyarakat akan terganggu.

Warga juga mengungkapkan bahwa usulan pembangunan jembatan permanen sebenarnya telah beberapa kali diajukan oleh pihak pemerintah desa kepada dinas terkait di lingkungan Pemkab Lebong.

Namun hingga kini, usulan tersebut belum mendapatkan tanggapan maupun realisasi yang jelas, sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.

"Harapan kami, OPD terkait segera merespon. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan," tegas Dani.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan