Daftar Keinginan
ilustrasi--
Yang menarik, tidak ada satu pun permintaan Amerika untuk mengganti pemerintahan. Padahal tujuan utama penyerangan terhadap Iran justru untuk itu.
Saya melihat sebenarnya 15 permintaan itu enteng bagi Iran. Apalagi itu belum ditawar. Permintaan nomor 2 sampai nomor 4 misalnya, terkait nuklir: agar Iran tidak lagi meneruskan program nuklir.
Permintaan seperti itu sudah disetujui Iran sebelum Trump jadi presiden. Yakni dalam perundingan di zaman Barack Obama. Tapi justru Trump yang membatalkan persetujuan itu.
Pun perundingan sebelum serangan IsAm ke Iran: banyak hal sudah disepakati. Tapi ketika perundingan sudah mendekati final, justru Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
Sampai-sampai ada analis yang menyimpulkan: setiap kali perundingan Amerika-Iran hampir selesai, ada saja ulah Israel untuk menghambatnya. Misalnya dengan cara membunuh ahli nuklir yang terlibat dalam perundingan.
Permintaan nomor 1 dari 15 permintaan Amerika adalah: gencatan senjata selama satu bulan. Gampang.
Nomor 2 sampai nomor 4 soal nuklir tadi.
Permintaan berikutnya agak berat bagi Iran: membatasi produksi senjata balistik sampai pada jangkauan tertentu. Senjata seperti itulah yang saat ini sangat mengancam Israel dan para sahabat Amerika di Teluk.
Permintaan berikutnya ringan: jangan lagi membantu gerakan anti-Amerika di luar negeri seperti Houti di Yaman dan Hizbullah di Lebanon.
Nomor berikutnya lebih ringan lagi: jangan menyerang pusat-pusat minyak di negara-negara tetangga. Iran pasti setuju ini. Sejak awal Iran tidak mau itu. Iran menyerangnya karena ada pangkalan militer Amerika di sana.
Permintaan berikutnya juga enteng: membuka kembali selat Hormuz. Itu enteng karena Iran sendiri perlu uang dari minyak.
Nomor berikutnya rasanya juga tidak berat: kalau Iran ingin membangun pembangkit listrik nuklir harus melibatkan Amerika.
Kita belum tahu daftar permintaan Iran. Tapi selama ini Anda sudah tahu: Iran meminta agar semua kerusakan di Iran diberi ganti rugi.
Dari daftar permintaan Amerika itu, terlihat sekali bahwa posisi Iran lebih kuat daripada perundingan sebelum serangan 28 Februari. Tentu kita tidak tahu masih seberapa kuat persenjataan Iran untuk terus membalas serangan Israel dan Amerika.
Seberapa Iran masih kuat akan bisa kita baca dari sikap Iran dalam perundingan Pakistan ini.