Menjelang Idulfitri, Pasokan Sembako Dipastikan Aman dan Harga Terkendali

Warga berbelanja sembako di sebuah supermarket di Jakarta, Kamis (31/3).-Foto: net-

JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan pemerintah mengupayakan pasokan komoditas pangan strategis atau sembako menjelang Idulfitri dalam keadaan cukup.

Menurutnya, pemerintah juga berupaya agar harga terkendali dan masih berada pada kisaran harga eceran tertinggi (HET).

“Saya sampaikan seluruh komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi atau daging kerbau, telur, gula, dan minyak goreng menghadapi Idulfitri dalam kondisi aman,” ungkap Sudaryono, Kamis (19/3).

Sudaryono menuturkan, kondisi aman yang dimaksud adalah pasokannya cukup dan harga masih sesuai dengan HET. Contohnya beras yang saat ini berada di gudang Bulog, pemerintah sudah memiliki cadangan yang mencapai 4,09 juta.

Proyeksinya bisa mencapai 6 juta ton yang bisa disimpan di gudang Bulog. Beras yang beredar di masyarakat pun saat ini sekitar 12 juta ton, dan proyeksi beras yang akan panen ke depan sekitar 12 juta ton.

Sehingga, total 28 juta ton. Artinya, itu sama dengan ketahanan pangan Indonesia, khususnya beras, mencapai 324 hari atau 11 bulan yang akan datang.

“Jadi, kondisi pangan kita sangat kuat ya, sangat kuat,” jelasnya.

Komoditas pangan strategis lain seperti jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, gula, telur, dan ayam juga memadai. Bahkan, bisa tahan hingga Mei 2026.

“Tapi bukan berarti pemahamannya, kalau sampai Mei (selesai), habis, bukan. Artinya, ini kan sampai Mei tahan, tapi kan ada panen, dikonsumsi, ada produksi, dikonsumsi, dan lain-lain. Jadi insyaallah kondisi dari sisi produksi kita cukup,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menegaskan pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi sepanjang Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Menurutnya, pemerintah terus memastikan ketersediaan pangan serta menjaga harga tetap stabil.

"Agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan bahan pokok,” tutur Sarwo Edhy. (jp)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan