Harga Daging Sapi di Lebong Tembus Rp 170 Ribu
Lapak: Pengurus pasar rakyat Lebong saat menyiapkan lapak para pedagang daging sebanyak 36 lapak.-amri/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga daging sapi di Kabupaten Lebong mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga daging sapi kini menembus Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram.
Angka tersebut naik tajam dibandingkan harga normal yang sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini mulai dirasakan dalam sepekan terakhir, seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang bersiap menyambut Lebaran.
Daging sapi menjadi salah satu komoditas paling diburu, baik untuk konsumsi keluarga maupun sebagai bahan utama hidangan khas hari raya seperti rendang dan gulai.
Baca Juga: Tak Punya Kantor, Pemdes Suka Damai Sewa Rumah Warga Demi Pelayanan
Salah seorang pedagang daging di Pasar Muara Aman, Agus (47), mengungkapkan bahwa lonjakan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan di tengah tingginya permintaan. Ia menyebutkan, jumlah sapi potong yang masuk ke wilayah Lebong tidak sebanyak hari-hari biasa.
“Permintaan naik drastis, tapi stok terbatas. Kami juga ambil dari luar daerah, jadi harga ikut naik," ungkapnya.
Ia menambahkan, selain faktor permintaan, kenaikan biaya distribusi juga turut memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
Kondisi geografis Kabupaten Lebong yang didominasi wilayah perbukitan membuat biaya transportasi menjadi lebih tinggi, terlebih saat arus mudik mulai meningkat.
Di sisi lain, kenaikan harga ini mulai memberatkan masyarakat. Warga Amen, Ayu (36), mengaku tetap membeli daging sapi meskipun dengan jumlah yang lebih sedikit dari biasanya.
“Memang mahal, tapi tetap beli walaupun tidak banyak. Paling satu atau dua kilo saja untuk Lebaran,” katanya.
Sementara itu, pihak Disperindagkop Lebong belum memberikan tanggapan saat dihubungi pada Rabu, 18 Maret 2026.