352 CPNS Pemkab Lebong Ikuti Latsar di Lubuklinggau
Kabid Pengembangan Kompetensi Aparatur (PKA) BKPSDM Kabupaten Lebong, Wince Damayanti, S.Kom.-amri/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO – Sebanyak 352 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong dijadwalkan mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) yang akan dilaksanakan di UPT Diklat Lubuklinggau.
Pelatihan ini merupakan tahapan wajib yang harus diikuti setiap CPNS sebelum resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Pelaksanaan Latsar direncanakan dimulai pada 1 April 2026 dan akan berlangsung secara bertahap hingga Juni 2026. Untuk menyesuaikan kapasitas lokasi pelatihan sekaligus menjaga efektivitas proses pembelajaran, para peserta akan dibagi menjadi tiga gelombang.
Kepala Bidang PKS Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lebong, Wince Damayanti, S.KOM, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik.
BACA JUGA:Cegah Stunting Perlu Kerjasama Berbagai Pihak
Ia menjelaskan, jumlah CPNS di lingkungan Pemkab Lebong awalnya sebanyak 379 orang. Namun sebanyak 26 orang ditarik oleh pemerintah pusat sebagai CPNS penyuluh pertanian.
Dengan demikian, tersisa 353 orang yang dijadwalkan mengikuti Latsar. Namun satu orang CPNS diketahui meninggal dunia, sehingga total peserta yang akan mengikuti pelatihan tersebut berjumlah 352 orang.
"Selain itu, kita telah berkoordinasi dengan pihak UPT Diklat Lubuklinggau juga telah dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelatihan berjalan lancar," sampainya.
Wince menjelaskan, Latsar CPNS merupakan program pembinaan yang bertujuan membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat melayani masyarakat. Dalam pelatihan tersebut, para peserta akan menerima berbagai materi penting, mulai dari nilai dasar ASN, wawasan kebangsaan, hingga penguatan kompetensi sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga akan menjalani berbagai kegiatan praktik, diskusi kelompok, hingga penyusunan proyek aktualisasi yang nantinya akan diterapkan di instansi tempat mereka bertugas.
"Kenapa latsar dilaksanakan di Lubuklinggau, karena UPT Bengkulu sudah penuh, jadi kita tidak bisa mengambil jadwal," katanya.
Ia menambahkan, proses pelatihan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai dasar ASN seperti akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, serta anti korupsi. Dengan pembagian tiga gelombang, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan tertib sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh penyelenggara.
"Para CPNS yang mengikuti Latsar ini berasal dari berbagai formasi yang ada di lingkungan Pemkab Lebong, mulai dari tenaga teknis, tenaga kesehatan, hingga tenaga pendidikan," jelasnya.
Para peserta tersebut merupakan CPNS yang sebelumnya telah dinyatakan lulus dalam proses seleksi dan saat ini sedang menjalani masa percobaan sebelum resmi diangkat menjadi PNS.