Singapura Gagal

Catatan Dahlan Iskan Singapura Gagal-foto :disway.id-

"Singapura II?"

"Iya. Kawasan industri. Mungkin agak di luar kota," jawab saya.

Ia tidak segera nyambung: Apa itu Singapura II. Ternyata 30 tahun yang lalu ia baru berusialima tahun. Ia begitu sulit mencerna permintaan saya itu.

Ia pun sibuk bertanya ke sana-kemari. Dengan tertawa ia lantas lari ke arah saya.

"Hotel tempat bapak tinggal ini berada di tengah-tengah Singapura II," katanya.

Saya pun ikut tertawa lebar. Hahaha-nya panjang. 

Tidak menyangka kawasan industri megah itu sudah jadi kota besar yang amat modern. Tidak ada lagi pabrik di sekitar hotel ini. Yang ada gedung-gedung penuding langit. Semua dengan arsitektur modern. Saya seperti terpaku di lantai granit. 

"Kalau begitu di mana letak gerbang besar bersinga itu?"

Ia kembali sulit mencerna pertanyaan saya. Ia sibuk memainkan HP. Mungkin bertanya ke AI. Buktinya: tidak lama kemudian ia memberi jawaban sambil melihat layar HP. "Gerbang itu sudah tidak ada lagi. Sudah lama dihilangkan," katanya.

"Apakah Anda pernah tahu gerbang yang khas Singapura itu?"

"Tidak pernah tahu. Tidak pernah mendengar," jawabnya.

"Bisakah dicarikan tahu di mana lokasi gerbang itu sekarang?"

Ia sibuk bertanya ke AI. Lalu datanglah jawabnya: di lokasi itu sekarang sudah berdiri gedung megah menjulang tinggi. Orang Suzhou menyebutnya "Gedung Celana Panjang".

Lalu ditunjukkanlah kepada saya foto gedung itu. Sudah menjadi ikon baru Suzhou. Sudah tidak ada bau Singapura sedikit pun. 

Saya lantas minta diantar ke si Celana Panjang itu. "Dekat. Hanya lima menit," katanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan