Efek Negatif AC bagi Bayi dan Cara Mengatasinya
RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Rumah-rumah yang menggunakan AC (air conditioner) semakin mudah ditemui.
Iklim Indonesia yang tropis dan cenderung panas menyebabkan keberadaan AC semakin dibutuhkan.
Namun demikian, jika di rumah kita ada bayi, kita harus memahami efek negatif AC bagi bayi.
Terlebih jika bayi sering tidur di ruangan ber-AC. Kendati, ketika udara panas, ruangan ber-AC akan membuat bayi tidur lebih nyenyak.
BACA JUGA:Gunakan Daun Ini Sekarang! Perawatan Wajah Alami Agar Tampak Muda dan Glowing Saat Lebaran
1. Pencetus Munculnya Alergi
Jika bayi mengidap alergi yang muncul dari sistem pernapasan, seperti asma, udara dingin dari AC dapat menjadi pencetus alergi. Filter dari AC juga merupakan “perangkap” bagi debu. Udara dingin dan debu inilah yang menjadi “musuh” bagi pengidap alergi.
Untuk meminimalisir efek negatif AC ini, setel AC pada suhu yang tidak terlalu dingin, misalnya 24 derajat Celsius atau lebih. Gunakan pengatur waktu agar AC mati pada pukul 2 dini hari sehingga ruangan tidak terlalu dingin pada waktu tersebut.
Bersihkah debu pada filter AC secara berkala, paling tidak dua minggu sekali.