Warga Lebong Selatan Diminta Waspada DBD dan Diare

Pelayanan: Petugas puskesmas saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.-carles/radarlebong-

RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Memasuki bulan suci Ramadan yang bertepatan dengan musim penghujan, masyarakat di Kecamatan Lebong Selatan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Imbauan tersebut disampaikan pihak Puskesmas Tes sebagai langkah pencegahan agar kasus penyakit berbasis lingkungan tidak meningkat selama warga menjalankan ibadah puasa.

Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Tes, Bembo, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kegiatan ini menyasar lingkungan permukiman warga guna memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan serta menerapkan pola hidup sehat, khususnya di tengah perubahan cuaca ekstrem saat musim hujan.

Baca Juga: 118 SD SMP di Lebong Gigit Jari, Dana BOS 2026 Belum Cair

Menurut Bembo, faktor lingkungan menjadi pemicu utama munculnya diare dan DBD. Curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Selain itu, pengelolaan limbah domestik yang kurang baik serta kebersihan makanan yang tidak terjaga dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare.

"Perbaikan lingkungan hidup sangat krusial untuk menjamin kesehatan. Kita harus mengoptimalkan sanitasi lingkungan dan mengelola limbah domestik dengan benar agar terhindar dari diare dan DBD di musim penghujan ini," ujar Bembo.

Selain faktor lingkungan, ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama berpuasa. Masyarakat diminta memastikan makanan saat sahur dan berbuka dalam kondisi higienis serta bergizi seimbang.

Kebiasaan mencuci tangan sebelum menjamah makanan juga harus dilakukan secara rutin. Di sisi lain, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) perlu digalakkan dengan membersihkan tempat penampungan air dan lingkungan sekitar rumah.

"Kami berharap masyarakat Lebong Selatan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan sehat dan khusyuk tanpa terganggu masalah kesehatan. Edukasi dan partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci utama dalam menekan potensi lonjakan kasus penyakit selama musim penghujan," tandasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan