Purbaya Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun Ini, Optimistis?
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2025 di Gedung BI, Jakarta, Senin (3/11). -Foto: net-
JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan memaksimalkan instrumen fiskal untuk menjamin pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur positif.
Menurut Purbaya, seluruh kebijakan yang dijalankan saat ini difokuskan untuk menjaga momentum yang sudah terbangun.
Purbaya berharap tren positif ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
"Jadi, semua kegiatan fiskal kami tunjukkan untuk memastikan pertumbuhan yang ada, betul betul terjaga, mungkin ini akan terjaga terus ke depan," ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2).
Purbaya menyoroti target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026, yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meskipun angka yang ditetapkan dalam APBN sebesar 5,4 persen, Purbaya membidik target yang lebih tinggi.
"Tetapi, saya akan coba dorong ke enam persen," tuturnya.
Purbaya mengakui target tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai prospek ekonomi jangka pendek.
Keraguan ini mencakup kondisi triwulan pertama hingga dampak situasi global, seperti siklus bisnis yang terjadi di Eropa.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya kembali menjelaskan mengenai pola ekonomi Indonesia dari tahun ke-tahun.
Menurut Purbaya, ekonomi Indonesia memiliki pola yang bisa diprediksi antara fase ekspansi dan resesi.
"Ekonomi Indonesia biasanya ada ekspansi, resesi, ekspansi, resesi. Ekspansi bisa berlangsung antar 7-10 tahun, habis itu resesi setahun, kemudian ekspansi lagi," tuturnya.
Purbaya memberikan gambaran historis di mana Indonesia terakhir kali mengalami fase ekspansi panjang sejak 2009 hingga 2020.
Setelah sempat mengalami resesi, saat ini ekonomi Indonesia telah kembali memasuki fase ekspansi.