Tidak Ada Ampun buat Siapa pun yang Menaikkan Harga Daging

Tidak Ada Ampun buat Siapa pun yang Menaikkan Harga Daging -foto :jpnn.com-

JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengancam produsen dan distributor yang berani menaikkan harga daging sapi di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Begitu menemukan harga di atas HET, jangan kejar pedagang pasarnya, tetapi kejar distributor dan produsennya. Minyak goreng dan daging. Tidak ada ampun,” kata Amran di Jakarta, Rabu (4/2).

Menurut Amran, komoditas strategis seperti beras, minyak goreng dan gula juga tidak memiliki alasan untuk mengalami kenaikan harga karena stok saat ini melimpah.  Pemerintah telah memastikan, bahwa dengan keterjangkauan akses masyarakat terhadap daging ruminansia (sapi atau kerbau), bersepakat pada harga sapi hidup di angka Rp 55.000 per kilogram.

Hal itu diterapkan selama Ramadan sampai Idulfitri agar pedagang daging ruminansia dapat memberikan harga yang baik dan wajar ke masyarakat. Apabila ada pelaku usaha penggemukan sapi atau kerbau (feedlotter) yang melepas ke pelaku usaha potong hewan dengan harga melebihi Rp 55.000 per kg, dipastikan pemerintah akan melakukan tindakan tegas, kata Amran menegaskan. 

Melalui kesepakatan harga sapi hidup itu, diharapkan akan berimplikasi positif pada Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terus terjaga. Adapun HAP tingkat produsen dan HAP tingkat konsumen untuk daging ruminansia telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024.

HAP tingkat produsen sapi hidup ditetapkan di Rp 56.000 sampai Rp 58.000 per kg.Sementara itu, HAP tingkat konsumen untuk daging sapi segar (chilled) paha depan Rp 130.000 per kg, segar paha belakang Rp 140.000 per kg, paha depan beku Rp 105.000 per kg, dan daging kerbau beku Rp 80.000 per kg.

Rozali, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Minggu, Jakarta, mengatakan harga jual daging sapi saat ini berada di angka Rp 135.000 per kilogram (kg) dan masih relatif stabil. “Harganya sekarang Rp 135.000 per kilo. Itu memang harga jual kami di lapak,” ujar Rozali.

Menurut dia, harga karkas di tingkat rumah potong hewan (RPH) sempat mengalami fluktuasi. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan pada harga jual di pasar karena pasokan yang mencukupi. “Memang kadang ada naik turun di RPH, tetapi sekarang ini stabil. Tidak ada lonjakan,” ujar Rozali. Selain itu, ia juga menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat, dengan harapan harga daging sapi tidak melebihi Rp 140.000 per kg selama periode Hari Beras Keagamaan Nasional (HBKN). “Kami juga sudah kerja sama dengan pemasok supaya harga tetap dijaga. Yang penting stok ada dan pembeli tidak terbebani,” kata Rozali.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Apit, yang mengaku menjual daging sapi dengan harga yang sama. Menurut dia, harga tersebut masih terjaga karena pasokan dari Rumah Potong Hewan (RPH) berjalan lancar. “Kami ambil dari RPH Cilangkap dan Cakung. Untuk sekarang pasokan aman, harga bisa dijaga tetap stabil,” kata Apit. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan