Sambut Kunjungan Gubernur Bengkulu, Penambang Emas Lebong Dikabarkan Diminta Setor Dana
sejumlah penambang emas tradisional di Desa Lebong Tambang dikabarkan diminta menyetor dana hingga puluhan juta rupiah untuk keperluan acara penyambutan gubernur Bengkulu H Helmi Hasan--
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Rencana kunjungan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan ke Kabupaten Lebong yang dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 11 Februari 2026 menjadi perhatian publik.
Pasalnya, menjelang agenda tersebut, sejumlah penambang emas tradisional di Desa Lebong Tambang dikabarkan diminta menyetor dana hingga puluhan juta rupiah untuk keperluan acara penyambutan gubernur.
Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu penambang emas tradisional yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengungkapkan bahwa para penambang dikumpulkan di Balai Desa Lebong Tambang pada Sabtu malam, 30 Januari 2026, untuk membahas pengumpulan dana yang disebut akan digunakan dalam rangka pesta rakyat menyambut kedatangan orang nomor satu di Provinsi Bengkulu tersebut.

Tampak para penambang emas Tradisional saat berada di lobang kacamata. --
BACA JUGA:BKD Sebut Hanya Tiga Tambang Galian C Setor PAD
Menurut penuturan sumber, pungutan dana dipatok berdasarkan jumlah lubang tambang emas yang dimiliki. Setiap satu lubang tambang dikenakan biaya sebesar Rp500 ribu.
Selain penambang tradisional, para pengusaha TONG alat pemisah emas murni dari batuan juga disebut diminta berkontribusi dengan nominal yang lebih besar, bahkan disebut mencapai Rp 10 juta per unit.
"Kalau di sini belum diambil, tapi untuk yang di bawah kabarnya sudah diambil," ujar penambang tersebut sambil menunjuk salah satu lubang tambang emas miliknya.
Ia menjelaskan bahwa dana tersebut rencananya digunakan untuk menggelar pesta rakyat di balai desa dengan menggunakan sekitar 10 unit tenda.
Lebih lanjut, dalam musyawarah malam itu juga dibahas rencana pembelian seekor sapi yang akan dipotong saat acara penyambutan. Menurutnya, harga satu ekor sapi berkisar antara Rp 12 juta hingga Rp 14 juta.
"Sepertinya cuma satu yang dipotong, untuk kita makan sama-sama. Kalau pembicaraan malam tadi, sekitar Rp 30 juta lah terkumpul," katanya.
Di sisi lain, Kaur Pelaksana Pemerintah Desa Lebong Tambang, Tri Anggara, membenarkan adanya pengumpulan para penambang dan pengusaha TONG tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan itu tidak bersifat paksaan dan murni merupakan inisiatif para penambang sebagai bentuk dukungan terhadap agenda penyambutan gubernur.