Nihil Kematian, Kasus DBD di Lebong Turun

Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, M.Si, menyampaikan bahwa turunnya angka kasus DBD tidak terlepas dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan--

LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong memastikan tidak terdapat kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun dari 13 puskesmas di wilayah Kabupaten Lebong, jumlah kasus DBD hingga saat ini tercatat hanya sebanyak 18 kasus.

Capaian tersebut menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun 2024 lalu yang mencatat 201 kasus DBD dengan dua orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, M.Si, menyampaikan bahwa turunnya angka kasus DBD tidak terlepas dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

BACA JUGA:Dorong Keaktifan JKN, Pemkab Lebong Gelontorkan Anggaran Besar

Menurutnya, warga kini lebih aktif melakukan pencegahan dengan menghindari genangan air, membersihkan pekarangan rumah, serta mengelola barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua jenis nyamuk utama penyebab DBD.

"Kasus DBD tahun lalu menunjukkan bahwa sudah adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ini menjadi faktor penting dalam menekan angka penularan DBD di Kabupaten Lebong," ujar Rachman, Kamis (29/1). 

Ia menilai partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan dalam menurunkan jumlah kasus penyakit berbasis lingkungan tersebut.

Meski demikian, Rachman menegaskan bahwa Dinkes Lebong tidak akan terlena dengan kondisi saat ini. Ancaman DBD masih tetap ada, terlebih Kabupaten Lebong masih berada dalam musim penghujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk.

Oleh karena itu, Dinkes terus mengintensifkan berbagai langkah preventif guna mencegah terjadinya lonjakan kasus seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, pemantauan jentik nyamuk secara berkala, serta pelaksanaan fogging terjadwal di wilayah yang dinilai rawan penularan DBD. 

Selain itu, Dinkes Lebong juga menggencarkan penerapan program 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta menambahkan langkah pencegahan lain seperti menabur abate dan menggunakan lotion anti-nyamuk.

"Pengalaman dua tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi kita semua bahwa DBD bisa melonjak drastis bila upaya pencegahan tidak dilakukan secara konsisten," jelas Rachman. 

Ia menambahkan, program 3M Plus terbukti efektif dalam memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan