Alhamdulillah, Disiplin dan Kinerja PNS & PPPK Meningkat
ASN terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu. Ilustrasi-foto :internet-
BENGKULU.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Kedisiplinan dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari PNS dan PPPK di lingkup Pemerintah Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, peningkatan disiplin dan kinerja PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terjadi setelah mereka mengikuti program Retret Merah Putih.
"Ketika iman meningkat, salat terjaga, kedisiplinan tumbuh, maka karakter juga akan terbentuk. Dampaknya bukan hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di keluarga dan masyarakat," kata Herwan Antoni di Bengkulu, Rabu (28/1).
Dia mengatakan pelaksanaan Retret Merah Putih telah menyelesaikan edisi ketujuh.
Menurutnya, program pembinaan berbasis spiritual tersebut memberi dampak positif terhadap peningkatan disiplin serta pembentukan karakter ASN.
"Retret Merah Putih ini bagaimana kita (Pemprov Bengkulu) membekali ASN PNS dan PPPK dengan penguatan spiritual. Kegiatannya berbasis rumah ibadah untuk memperbaiki iman agar lebih dekat dan bertakwa,” kata dia.
Dia menjelaskan bagi ASN yang muslim kegiatan retret difokuskan pada penguatan keimanan melalui pembiasaan ibadah, seperti salat tepat waktu, salat berjemaah di masjid, serta menjalankan amalan-amalan keagamaan lainnya sesuai tuntunan agama.
Mereka yang beragama non-muslim, kata dia, juga akan mengikuti Retret Merah Putih di rumah ibadah mereka masing-masing pada program retret edisi selanjutnya.
Dia mengatakan peningkatan iman berbanding lurus dengan tumbuhnya kedisiplinan dan karakter positif pegawai.
Dia menilai karakter tersebut akan berpengaruh langsung terhadap kepatuhan ASN dalam menjalankan aturan dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menggelar Rapat Koordinasi Retret Merah Putih di Aula Merah Putih, untuk mempersiapkan program retret edisi kedelapan.
Dia mengatakan Retret Merah Putih bagian dari implementasi visi Gubernur Bengkulu, yaitu “Religius, Sejahtera, dan Bahagia”.
Program itu menekankan pentingnya penguatan nilai religius, moral, dan integritas aparatur sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia pemerintahan.
Pembangunan daerah, menurut dia, tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan mental dan spiritual ASN sebagai penggerak utama roda pemerintahan. (jp)