Misteri Meninggalnya Wanita Asal Bengkulu di Lebong Terjawab, Oknum Kades yang Memesan dan Membayar Hotel

Misteri Siapa Terakhir bersama Wanita Asal Bengkulu yang tewas di Hotel Legapon terungkap, ternyata Oknum Kades di Kecamatan Bingin Kuning-foto :dok/radarlebong-

"Saya ke hotel itu hanya sebentar, pas orang salat Jumat. Soal saya keluar jam setengah lima, itu tidak benar," tandas AP.

Terkait proses hukum, AP membenarkan bahwa dirinya telah dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polres Lebong untuk dimintai keterangan. Dari dua kali pemanggilan yang dilayangkan kepolisian, ia baru memenuhi satu kali panggilan. Pemanggilan kedua tidak dihadirinya dengan alasan kondisi kesehatan.

"Kemarin dipanggil lagi, tapi saya tidak datang karena sakit," ujarnya singkat.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lebong AKP Darmawel Saleh membenarkan bahwa AP memang telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diketahui memiliki hubungan atau sempat berinteraksi dengan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Benar, yang bersangkutan sudah kami panggil untuk dimintai keterangan," kata Darmawel. 

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh dan memastikan tidak adanya unsur pidana yang luput dari penyelidikan. 

"Informasi siapa saja yang diduga bersama korban sebelum meninggal dunia kami periksa, untuk memastikan memang tidak ada hal yang patut diduga," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Peristiwa ini terungkap bermula dari keterangan saksi Zulfia Erni (58), warga Kabupaten Kepahiang. Mengaku menerima panggilan WhatsApp dari korban yang meminta diantarkan makanan dan minuman ke kamar hotel. 

 

Namun setibanya di lokasi, kamar korban terkunci dari dalam. Bersama petugas hotel dan seorang rekannya, saksi berupaya memastikan kondisi korban. Dari jendela belakang kamar, korban terlihat tergeletak di lantai dan tidak bergerak. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

 

Hasil pemeriksaan awal tim medis RSUD Kabupaten Lebong menemukan adanya darah keluar dari mulut korban. Waktu kematian diperkirakan sekitar enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Meski tidak ditemukan luka luar, korban diduga meninggal akibat overdosis.

 

sebab petugas mendapati sejumlah barang di dalam kamar, di antaranya pil kuat, samcodun yang telah terbuka, tisu bekas pakai, serta botol air mineral. (wlk)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan