Misteri Meninggalnya Wanita Asal Bengkulu di Lebong Terjawab, Oknum Kades yang Memesan dan Membayar Hotel

Misteri Siapa Terakhir bersama Wanita Asal Bengkulu yang tewas di Hotel Legapon terungkap, ternyata Oknum Kades di Kecamatan Bingin Kuning-foto :dok/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Misteri meninggalnya wanita Asal Bengkulu berinisial DE (46), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, di Hotel Legapon Lebong Terjawab sudah.

Ternyata, Oknum Kades di salahsatu desa Kecamatan Bingin Kuning yang  memesan dan membayar hotel untuk korban sehari sebelum kejadian meninggalnya wanita asal Betungan Bengkulu pada Jumat, 16 Januari lalu.  

Bahkan, Oknum Kepala Desa di wilayah Kecamatan Bingin Kuning, berinisial AP, diduga merupakan orang terakhir bersama korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan pihak hotel, korban diketahui menginap di Hotel Legapone sejak Jumat siang. Sehari sebelum kejadian, kamar hotel tersebut dipesan oleh AP, yang juga membayar biaya penginapan dan tercatat sebagai penanggung jawab kamar.

BACA JUGA:Tak Kunjung Check Out, Karyawan Hotel Legapon Temukan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Kamar

BACA JUGA:Identitas Wanita di Hotel Legapon Terungkap, Ditemukan Obat Kuat di TKP

Sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat setelah salat Jumat, AP datang menyusul ke kamar korban. Namun sekitar pukul 16.30 WIB, pria yang diketahui menjabat sebagai kepala desa tersebut disebut meninggalkan hotel, sementara korban masih berada di dalam kamar hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Pihak hotel membenarkan bahwa AP merupakan tamu yang memesan kamar atas nama korban. Bahkan, setelah peristiwa penemuan mayat tersebut, AP disebut sempat menghubungi pihak hotel. Ia diduga meminta agar identitas dirinya tidak diungkap kepada aparat kepolisian jika ditanya mengenai siapa yang terakhir bersama korban. 

Selain itu, ia juga memohon agar pihak hotel tidak mengakui bahwa dirinya merupakan pemesan kamar sekaligus orang terakhir yang menemui korban sebelum kejadian.

"Benar, yang memesan kamar dan membayar itu seorang kades. Ia juga yang bertanggung jawab atas kamar tersebut," ungkap salah satu petugas hotel kepada wartawan.

Di sisi lain, AP membenarkan bahwa dirinya memang sempat menemui korban di kamar Hotel Legapone. Namun, ia dengan tegas membantah memiliki hubungan khusus atau menjalin hubungan asmara dengan korban. Menurut pengakuannya, pertemuan tersebut merupakan perkenalan pertama. 

Ia menyebut nomor WhatsApp miliknya diperoleh korban dari seseorang bernama Putri, yang diklaim sebagai teman korban.

AP juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke hotel hanya sebentar dan bertujuan untuk membantu korban.

Ia mengaku korban meminta bantuannya mencarikan sepeda motor yang disebut telah digadaikan oleh pacar korban. Terkait waktu kepulangannya dari hotel, AP membantah informasi yang menyebut dirinya keluar sekitar pukul 16.30 WIB.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan