Kapan Awal Puasa Ramadhan 2026? Simak Penjelasannya Terkait Prediksinya
Kapan Awal Puasa Ramadhan? Simak Penjelasannya Terkait Prediksinya--
RADARLEBONG.BACAKORAN.CO-Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, antusiasme umat Islam di Indonesia mulai terasa. Banyak masyarakat yang aktif mencari informasi terkait jadwal puasa, khususnya terkait kapan awal puasa 2026 akan dimulai. Pencarian ini menjadi penting karena berkaitan langsung dengan persiapan ibadah, pengaturan aktivitas harian, hingga perencanaan finansial selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Kapan Awal Puasa 2026? Awal puasa Ramadan secara umum diprediksi jatuh pada pertengahan Februari 2026.
Hal ini menunjukkan adanya pergeseran kalender Hijriah yang terus bergerak lebih awal setiap tahunnya. Perhitungan kalender Hijriah dilandaskan pada pengamatan hilal (bulan sabit muda) yang muncul setelah ijtimak (konjungsi).
Umumnya, terlihat ketika matahari terbenam. Di sisi lain, kalender Masehi menghitung awal hari sejak pukul 00.00 waktu setempat yang didasarkan pada perputaran bumi selama 24 jam. Secara struktur, kalender Hijriah mempunyai bulan-bulan yang durasinya sekitar 29 atau 30 hari.
BACA JUGA:Kapan Terakhir Ganti Puasa Ramadhan 2025? Ini Hukumnya
Sedangkan, kalender Masehi terdiri atas 12 bulan dengan durasi 29-31 hari. Sistem kalender Hijriah yang lebih pendek ini membuat awal bulannya, termasuk Ramadan kemudian bergeser lebih cepat di setiap tahunnya. Mulai 2025 lalu, awal bulan Hijriah (Ramadan) bertepatan dengan awal bulan Masehi di mana situasi ini jarang sekali terjadi.
Pada 2026 ini pun, hal tersebut akan kembali terulang. Namun, terdapat beberapa perkiraan yang muncul mengenai penetapan jadwal puasa Ramadan 2026. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi masyarakat Islam di Indonesia. Adapun penjelasan secara rinci mengenai beberapa prediksi ketetapan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Menurut Pemerintah
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah merilis kalender Hijriah yang menyatakan bahwa 1 Ramadan 1447 H akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026. Hanya saja, penetapannya secara resmi akan diputuskan ketika sidang isbat yang rencananya digelar pada akhir bulan Syaban 1447 H. Ketentuan awal puasa 2026 pemerintah ini mengacu pada metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
Sesuai namanya, metode hisab diterapkan oleh pemerintah Indonesia untuk menghitung dan mengetahui posisi bulan secara astronomi. Sementara itu, metode rukyat dilaksanakan dengan cara mengamati hilang secara langsung di sejumlah titik pemantauan di Indonesia. Lalu, kedua hasil akan dikumpulkan dan pernyataan dari pemerintah pada sidang isbat akan menjadi acuan resmi pelaksanaan puasa Ramadan bagi seluruh umat Islam di Indonesia.
2. Menurut Nahdlatul Ulama (NU)
Apabila menurut versi pemerintah 1 Ramadan 1447 H dimulai pada 19 Februari, lantas kapan puasa 2026 NU (Nahdlatul Ulama)? Pada prinsipnya, organisasi Islam di Indonesia mengikuti ketetapan dari pemerintah dalam menentukan awal puasa Ramadan. Pasalnya, Nahdlatul Ulama berpegang teguh pada penggunaan metode rukyatul hilal bil fi’li (pengamatan hilal langsung di lapangan) yang kemudian hasilnya dibahas saat sidang isbat. Artinya, dapat dikatakan bahwa jadwal pelaksanaan puasa menurut Nahdlatul Ulama akan menyesuaikan dengan hasil dari sidang isbat yang diadakan oleh pemerintah.
Jika hilal terlihat dan memang memenuhi kriteria, maka Nahdlatul Ulama akan menetapkan 1 Ramadan 1447 H bersamaan dengan keputusan dari pemerintah. Sebaliknya, apabila hilal ternyata tidak terlihat, berarti pelaksanaan awal puasa Ramadan nantinya dapat bergeser satu hari.
3. Menurut Muhammadiyah