Hasil Monev Kecamatan di Desa Nangai Amen Memuaskan, Administrasi Capai 100 Persen

Cek: Tim Monev kecamatan Lebong Utara mengecek administrasi kegiatan di Desa Nangai Amen.-carles/radarlebong-

RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Lebong Utara melakukan peninjauan realisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Nangai Amen.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap kedua ini menghasilkan penilaian positif, khususnya pada aspek administrasi yang dinilai hampir sempurna.

Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Nangai Amen, Henny Wahyuni, SH, menjelaskan bahwa fokus Monev tahap kedua lebih menitikberatkan pada kelengkapan administrasi.

Hal tersebut dikarenakan seluruh kegiatan fisik yang direncanakan pada tahun anggaran berjalan telah rampung pada tahap pertama.

"Kita tim kecamatan hanya melakukan verifikasi dokumen dan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan," jelanya.

Baca Juga: Diduga Tanpa Izin, Pemasangan Tiang Internet di Desa Suka Sari Tuai Keluhan Warga

Henny merinci, beberapa program utama yang dievaluasi meliputi penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 29 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan total anggaran tahap I dan II sekitar Rp 140 juta, serta program ketahanan pangan berupa penanaman jagung seluas kurang lebih dua hektare yang kini telah memasuki masa panen dan menunggu proses penjualan.

Selain itu, untuk penyaluran honor perangkat desa dan BLT DD disebut telah terealisasi sepenuhnya tanpa kendala.

"Kami berharap seluruh program yang telah berjalan dapat terus mendapat dukungan dari masyarakat Desa Nangai Amen agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara berkelanjutan," tambahnya.

Sementara itu, Camat Lebong Utara, Bonaparte, mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Nangai Amen. Ia menyebutkan bahwa secara administratif, kelengkapan dokumen telah mencapai hampir 100 persen.

Meski masih terdapat kekurangan kecil seperti tanda tangan pada beberapa berkas, namun tidak ditemukan permasalahan yang bersifat krusial.

Terkait program ketahanan pangan melalui BUMDes, Bonaparte menambahkan bahwa penanaman jagung merupakan program serentak yang dijalankan oleh sebagian besar desa di Kabupaten Lebong.

"Dari total 93 desa, mayoritas melaksanakan program serupa dan evaluasi keberhasilan finansialnya akan dilakukan melalui laporan pertanggungjawaban BUMDes ke depan," pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan