Pati Madiun

Catatan Dahlan Iskan-foto :disway.id-

Oleh: Dahlan Iskan

Yang terjadi di Nganjuk terjadi lagi di Ponorogo. Bupati Nganjuk ditangkap KPK karena untuk jadi pejabat harus bayar ke bupati. Ternyata tahun lalu terjadi lagi: di Ponorogo. Bupati Ponorogo ditangkap KPK. Tahun ini masih pula terjadi di Pati. Bupati Pati ditangkap KPK di persoalan yang sama.

Apa kesimpulan Anda?

Saya pusing. Tidak bisa menyimpulkan.

Begitu gelapnya mata pelakunya –apalagi hatinya.

Katakanlah tidak takut Tuhan dengan neraka-Nya. Tapi dari mana datangnya perasaan bahwa yang seperti itu tidak akan ketahuan? Bukankah transaksi seperti itu melibatkan lebih dari tiga orang? Kenapa tidak punya perasaan bahwa transaksi seperti itu pasti bocor?

Atau sudah begitu umumnya praktik seperti itu sehingga merasa ''yang lain juga melakukan kok''. ''Yang membayar juga mau kok''.

Lebih-lebih Bupati Pati. Luar biasa pemberaninya. Rasanya ingatan publik masih segar: ia sampai menjalani proses pemakzulan. Saking marahnya rakyat di sana.

Orang normal akan bersikap lebih hati-hati. Jabatannya bisa slamet saja seharusnya sudah bersyukur. Tapi mengapa begitu gelap pikiran.

Memang mereka bertiga sedang apes saja. Mereka tahu banyak koleganya melakukan hal yang sama. Toh selamat. Atau mereka begitu pede-nya: mengira semua anak buah takut semua kepada mereka.

Tentu KPK bisa melakukan tangkap tangan karena mendapat info. Info sejenis itu paling banyak datang dari ordal. Terutama dari mereka yang kena geser, kena peras, kena ancaman, kena sanksi maupun yang punya posisi ingin menggantikannya.

Kalau Wali Kota Madiun Maidi, saya belum bisa memperoleh kesimpulan. Masih menunggu keterangan lanjutan dari KPK. Di berita awal hanya disebutkan terkait dengan CSR. Ini membuat saya sulit mengerti: berarti ada perusahaan atau lembaga yang membayar CSR ke Wali Kota Madiun.

Uang CSR hanya boleh digunakan untuk kepentingan masyarakat. Namanya saja CSR –tanggung jawab sosial perusahaan. Lalu di mana korupsinya?

Apakah wali kota memungut paksa perusahaan rekanan Pemkot Madiun untuk membayar CSR? Untuk membiayai pembangunan kota Madiun yang memang berubah total dalam lima tahun terakhir?

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan