Tim Monev Kecamatan Bingin Kuning Apresiasi Pembangunan Irigasi dan BUMDes Pelabuhan Talang Leak

Tim Monev foto bersama di lokasi pembangunan irigasi di Desa Pelabuhan Talang Leak.-(carles/rl)-

RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Bingin Kuning melakukan pengecekan terhadap kegiatan pembangunan di Desa Pelabuhan Talang Leak.

Kegiatan yang dimonev meliputi pembangunan fisik irigasi serta program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berupa tanaman jagung.

Monitoring ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan desa berjalan sesuai perencanaan dan aturan yang berlaku.

Dalam hasil pengecekan tersebut, pembangunan fisik irigasi menunjukkan capaian positif.

Baca Juga: Tiga Titik Lampu Jalan Desa Ujung Tanjung I Akhirnya Terpasang


Tim Monev Foto bersama di Tanaman Jagung desa Pelabuhan Talang Leak. -carles/rl-

Panjang irigasi yang direncanakan sepanjang 141 meter, setelah dilakukan pengukuran di lapangan ternyata mencapai 143 meter atau lebih dua meter dari rencana awal. 

Selain infrastruktur irigasi, tim Monev juga mengecek tanaman jagung BUMDes yang dikelola di lahan seluas 1,2 hektare dan saat ini memasuki masa menjelang panen.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Pelabuhan Talang Leak, Yosen Narta, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan Monev berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengelolaan BUMDes sebagai upaya peningkatan ekonomi desa. 

"Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," harapnya. 

Dari sisi anggaran, Yosen menjelaskan bahwa pembangunan irigasi dibiayai melalui dana tahap I dan tahap II dengan total Rp 160 juta.

Sementara itu, dana BUMDes tahap I dan II sebesar Rp 131 juta, dengan pencairan tahap I sebelumnya sebesar Rp 79 juta atau 60 persen.

"Untuk tahap II dana BUMDes tidak ditransfer ke rekening BUMDes karena adanya kebijakan MK 81, sehingga dialihkan untuk menutup kegiatan yang tidak dapat dicairkan. Adapun pengolahan jagung menggunakan dana keseluruhan Rp 79 juta dan telah ditransfer sepenuhnya," pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan