Buy Bitcoin? Arah Pasar Crypto 2026: Bearish atau Bullish?

Buy Bitcoin? Arah Pasar Crypto 2026: Bearish atau Bullish?--

RADARLEBONG.BACAKORAN.CO-Analisis mendalam arah Bitcoin dan pasar crypto 2026, membahas siklus halving, fase sideways, strategi DCA, peran market maker, pengaruh inflasi global, serta prospek jangka panjang

Bitcoin berdasarkan fundamental dan pola historis.

Pergerakan Harga Bitcoin Pasca Euforia All-Time High

Harga Bitcoin sempat menyentuh kisaran Rp2 miliar sebelum mengalami koreksi hingga area Rp1,4–1,5 miliar.

BACA JUGA:Cara Investasi Bitcoin 2025 Cocok untuk Pemula

Penurunan ini dipahami sebagai bagian normal dari siklus pasar komoditas, bukan sinyal kehancuran pasar kripto. Koreksi di kisaran 25–30% masih tergolong wajar dibandingkan siklus sebelumnya yang pernah mencapai penurunan hingga 70%.

 Pola Siklus Bitcoin dalam Perspektif Historis

Pergerakan Bitcoin menunjukkan pola siklus berulang yang konsisten sejak 2013, 2017, hingga 2021. Setelah fase kenaikan tajam pasca-halving, pasar biasanya memasuki periode koreksi, dilanjutkan fase sideways sebelum membentuk momentum baru menuju kenaikan berikutnya. Siklus ini memperlihatkan karakteristik “history repeats itself” yang kuat dalam trading komoditas.

Dampak Halving terhadap Arah Market Crypto

Halving Bitcoin yang terjadi pada 2024–2025 memicu euforia harga selama kurang lebih satu tahun. Setelah itu, fase berikutnya secara historis ditandai dengan penurunan dan pergerakan sideways. Periode 2026–2027 diproyeksikan sebagai masa konsolidasi sebelum pasar kembali membangun momentum menuju halving selanjutnya pada 2028.

Koreksi Harga sebagai Fondasi Market yang Sehat

Penurunan harga justru berperan penting dalam membentuk level support yang kuat. Tanpa koreksi, pasar berisiko mengalami bubble dengan order book tipis, yang dapat memicu crash lebih dalam ketika terjadi gangguan fundamental atau teknis. Koreksi dianggap sebagai proses alami untuk menciptakan stabilitas jangka panjang.

 Peran Market Maker dalam Ekosistem Kripto

Seperti komoditas dan saham, pasar kripto juga memiliki market maker yang berfungsi menjaga likuiditas dan kestabilan harga. Market maker beroperasi aktif melalui aktivitas trading harian dan arbitrase di berbagai exchange. Di sisi lain, institusi besar seperti BlackRock lebih tepat disebut sebagai liquidity provider melalui produk ETF, bukan sebagai market maker aktif.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan