Hujan Tak Menentu, Warga Bingin Kuning Kesulitan Jemur Buah Pinang

Pinang: Salah satu pengepul buah pinang di kecamatan Bingin Kuning.-carles/radarlebong-

RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Cuaca yang tidak menentu akibat hujan yang kerap turun dalam beberapa waktu terakhir berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat di Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong.

Warga yang menggantungkan kebutuhan ekonomi dari pengolahan dan penjualan buah pinang mengaku kesulitan, terutama pada proses penjemuran yang menjadi tahapan penting sebelum pinang dipasarkan.

Hujan yang terjadi hampir setiap hari membuat buah pinang tidak bisa dijemur secara alami di bawah sinar matahari.

Akibatnya, masyarakat harus mencari alternatif lain agar hasil panen tidak rusak atau berjamur. Jika pinang tidak segera dikeringkan, kualitasnya akan menurun dan berpotensi merugikan petani maupun pengepul.

Baca Juga: Suami Kades Jadi Pengurus BUMDes? Ini Penjelasan Pendamping Kecamatan

Pengepul buah pinang di Kecamatan Bingin Kuning, Tori Fovo, mengatakan kondisi cuaca tersebut memaksa pelaku usaha pinang menggunakan oven berbahan bakar gas untuk mengeringkan hasil panen. 

"Dengan hujan yang sering turun akhir-akhir ini, kami tidak bisa menjemur buah pinang. Jika tidak segera dikeringkan, pinang bisa berjamur dan rusak. Karena itu kami terpaksa menggunakan oven gas," ujarnya.

Menurut Tori, penggunaan oven memang membantu proses pengeringan, namun membutuhkan biaya tambahan untuk pembelian gas. Selain itu, waktu pengeringan juga menjadi lebih lama. 

"Jika biasanya pinang dapat kering dalam waktu dua hingga tiga hari, kini proses tersebut bisa memakan waktu hingga satu minggu," jelasnya.

Saat ini, harga buah pinang kering super berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram. Sementara itu, buah pinang bulat untuk diiris dihargai sekitar Rp1.000 per kilogram, dan pinang cor Rp2.200 per kilogram.

Tori menegaskan, khusus untuk pinang belah kering, kualitas menjadi syarat utama. 

"Pinang belah kering harus benar-benar kering dan tidak ada bercak kehitaman. Jika kualitasnya bagus, baru bisa kami beli dengan harga Rp 30 ribu per kilogram," pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan